
Palembang, SumselSatu.com
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel membidik pemilih pemula untuk berpartisipasi turut melakukan pengawasan terhadap jalannya pemilihan kepala daerah (pilkada). Jumlah pemilih pemula yang relatif banyak dinilai sangat potensial untuk membantu tugas pengawasan.
“Pemilih pemula angkanya lebih dari 15 persen, dan itu tinggi sekali. Kalau pemilih kita hampir 5,8 juta, kalau 15 persennya adalah pemilih pemula berarti mendekati angka 400 ribu, angka yang sangat banyak, ketika pemilih pemula membantu kita mengawasi maka semakin enteng pekerjaan kita,” beber Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi, pada pembukaan touring pengawasan ke kabupaten/kota, Senin (14/5), di halaman Bawaslu Sumsel.
Kegiatan touring pengawasan diikuti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) 13 kabupaten dan kota di Sumsel. Terkait kegiatan ini, Junaidi menjelaskan, sebelumnya Bawaslu juga melakukan kegiatan yang sama dimulai dari kantor Bawaslu Sumsel melewati lima kabupaten/kota yang melakukan pilkada di Sumsel.
“Hari ini etafe kedua atau etafe terakhir menjelang Ramadan. Kita akan melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi di empat daerah yang melakukan pilkada. Pertama di Muaraenim, rekan-rekan Muaraenim sudah siap menunggu kita. Kemudian ke Kabupaten Lahat, insya Allah kita melakukan hal yang sama melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula, seluruh SMU se-Kabupaten Lahat,” katanya.
Keesokannya, Selasa (15/5), pihaknya melakukan kunjungan ke Kabupaten Empat Lawang, setelah itu ke Kota Pagaralam dan menginap di Pagaralam. Tujuan kegiatan ini adalah Bawaslu ingin semua pengawas melihat langsung daerah yang melakukan pilkada.
“Touring itu membutuhkan stamina. Kita harus semangat, butuh disiplin yang tinggi, jadwal sudah diberikan, jadwal acara sudah dikasih, kita hanya taat pada jadwal itu, berangkat pukul 08.00, tidak ada pemberitahuan dan komando lebih lanjut,” beber Junaidi.
Selain itu, lanjut Junaidi, peserta harus disiplin terkait rute perjalanan, dimana sudah diberikan nomor urut kendaraan 1 sampai 20. Tidak ada salip menyalip, tidak ada saling potong.
Sementara itu, peneliti senior dari Jaringan Pendidikan Pemilu Untuk Rakyat (JPPR), Yus, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab sekarang semua orang, semua aktor-aktor politik, melihat Bawaslu seluruh Indonesia. Pasalnya dengan kewenangan yang kuat maka Bawaslu semakin memiliki daya tawar yang tinggi. Oleh karena itu, kewenangan, kepercayaan masyarakat, kepercayaan seluruh elemen masyarakat, harus dipegang erat.
“Prinsip kita adalah bagaimana memberikan kontribusi besar terhadap penguatan demokrasi di Republik ini melalui pengawasan. Karena masyarakat menitipkan jaminan pada kita semua bahwa kita menjadi penjamin masyarakat melalui pemilu yang bersih, sehat, sehingga menjadikan kepemimpinan hasil pemilu itu menjadi kepemimpinan yang kuat. Mari kita jaminkan diri kita agar masyarakat semakin percaya terhadap pemilu, sebagaimana untuk penguatan demokrasi,” pungkasnya. #nti