Cegah Kecelakaan Siswa, Pedagang Dilarang Berjualan di Depan Pagar Sekolah

256
Spanduk besar berisi larangan yang terpasang di pagar sekolah.

Palembang, SumselSatu.com

Kepala SD Negeri 39 Palembang melarang keras para pedagang berjualan di luar pagar sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan siswa karena sekolah ini berada pinggir jalan padat kendaraan umum di Jalan Kapten Marzuki Kamboja Kecamatan Ilir Timur (IT) 1.

Kepala SD Negeri 39 Palembang Linda Emellya mengatakan, pihaknya sudah menghimbau kepada  guru untuk mengawasi siswa baik segi keamanan dan kebersihan sekolah.

“Kita sudah menghimbau kepada siswa untuk tidak jajan diluar sekolah. Tapi sekarang masih ada siswa yang jajan di luar sekolah. Padahal sudah disiapkan kantin khusus untuk siswa,” ujarnya usai sidak di luar pagar sekolah, Sabtu (3/2/2018)

Linda mengungkapkan,  bulan lalu pihaknya sudah memasang papan larangan berjualan depan pagar. Namun pihaknya masih sering kecolongan.

“Kita sudah menegaskan kepada pedagang makanan, tapi mereka masih ada beberapa berjualan di depan pagar sekolah. Alasan kita membuat larangan ini karena ada siswa yang saat jajan di luar pagar tersenggol motor.  Oleh sebab itu, kita tidak membebaskan siswa keluyuran jajan di depan pagar sekolah,” ucap Linda.

Menurutnya, larangan ini bukan berarti menghentikan rezeki mereka yang mau berjualan. Namun dia berharap para pedagang ini dapat mengerti demi keamanan siswa.

“Sekolah ini berada di padat kendaraan umum yang keluar masuk. Apabila saat jam istirahat mereka masih jajan di luar, khawatir kami mereka bisa kecelakaan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Linda,  jumlah total siswa di SDN 39 cukup banyak yakni 956 siswa. Jadi pihaknya tidak mau siswa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau mereka ada kecelakaan, pasti kepala sekolah dan guru yang disalahkan. Oleh sebab itu, kita harus mengantisipasi,” bebernya.

Selain itu, sambung Linda, pihaknya juga sudah menerapkan khusus hari Jumat siswa tidak boleh jajan. Jadi mereka harus membawa bekal dari rumah. Tujuannya untuk mengurangi sampah di sekolah.

“Saya sebagai kepala sekolah memiliki hak untuk menjaga dan melindungi siswa. Oleh sebab itu, setiap upacara saya selalu meminta siswa untuk mematuhi aturan sekolah,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here