
Palembang, SumselSatu.com
PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) menargetkan pertumbuhan penjualan naik mencapai sedikitnya di angka 10 persen pada 2026. Kinerja perusahaan manufaktur bahan kimia yang memproduksi tinta cetak, pelapis (coating), dan perekat (adhesive) itu di 2025 sangat positif dan terus tumbuh.
“Kami yakin industri ini bisa bertumbuh. Dan sales kami bisa naik 10 persen,” ujar Antoni Gunawan, Direktur PT Colorpak Indonesia kepada wartawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dengan target itu, pihaknya memacu pendapatan perseroan dapat melampaui Rp1 triliun (T) pada 2026. Angka itu naik dari realisasi penjualan 2025 yang mencapai Rp979,33 miliar (M). Sebelumnya, pada 2024 Rp913,9 M.
“Jadi sekitar Rp1 triliun lebih. Komposisinya, untuk penjualan tinta sebanyak 60 persen dan trading 40 persen dari dua pabrik yang ada di Tangerang, Banten, dan Gresik, Jawa Timur,” tambah Antoni.
Komposisi penjualan pada 2025, dari Divisi Gravure 46,7 persen, Divisi Adhesive 30,9 persen, Divisi Film 20,7 persen, dan Divisi Coating 1,7 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Colorpak Indonesia akan mengoptimalkan basis pelanggan yang telah ada, serta meningkatkan kontribusi pelanggan. Perseroan akan melebarkan sayap penjualan di tengah persaingan industri kian meningkat.

(FOTO: DOK.PT COLORPAK INDONESIA)
Kata Antoni, produk impor, terutama dari China, masih menjadi tantangan bagi industri percetakan dan bahan pendukungnya. Meski demikian, Colorpak tetap melihat asa pertumbuhan di pasar dalam negeri.
Pada 2025, Colorpak membukukan laba kotor mencapai Rp136,8 M. angka itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp122,5 M. Laba usaha Rp78,2 M, meningkat 25,5 persen dibanding 2024 yang Rp62,3 M. Laba komprehensif Rp69,6 M atau meningkat 22,4 perseb dibanding Rp56,9 M pada 2024.
Colorpak akan membagikan dividen kepada pemegang saham sejumlah 75 persen dari total penghasilan komprehensif 2025 atau Rp52,184 M lebih atau Rp170,51 per saham.
“Kami konsisten membagikan dividen. Apalagi kinerja kami di tahun 2025 sangat positif dan terus bertumbuh. Seperti net profit yang bertumbuh sebesar 21,57 persen secara year on year,” kata Antoni.
Hingga akhir 2025, total aset perseroan tercatat Rp851,02 M, meningkat dari Rp801,65 M pada tahun sebelumnya. Sementara total liabilitas naik menjadi Rp251,09 M dari Rp228,35 M pada 2024.
PT Colorpak Indonesia Tbk, didirikan pada 1988. Perusahaan itu bergerak di bidang manufaktur tinta cetak, pelapis, perekat dan perdagangan perlengkapan cetak lainnya, seperti BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) Film dan Polyethylene Terephthalate (PET) Film.
Pada 2010, Colorpak hanya beroperasi dengan satu pabrik di Tangerang-Banten. Pada 2011, Colorpak mengembangkan sayap dengan mempunyai pabrik kedua di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
Pasar Colorpak tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Medan dan juga ekspor ke Australia dan China. Pada 2001, perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dengan kode perdagangan CLPI. #vin/rel









