Dompet Dhuafa Bawa Transformasi Mutu Pendidikan hingga ke Daerah

109
Foto bersama usai kegiatan Sosialisasi SLI Dompet Dhuafa Sumsel.

Inderalaya, SumselSatu.com

Meski minim pemberitaan, dua pendamping program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) Dompet Dhuafa (DD) Sumsel ternyata telah menuntaskan tugasnya di enam sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Hal tersebut terungkap saat kegiatan “Sosialisasi Hasil dan Penarikan Pendamping SLI DD Sumsel”, yang diselenggarakan DD Sumsel, bertempat di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Sosial, Kab Ogan Ilir, Selasa (13/2/2018).

Dalam kesempatan itu, dua orang pendamping tersebut yakni, Forta Oktariansyah dan Rizal Ginanjar Ramadhan secara resmi ditarik kembali ke Pusat setelah menuntaskan pekerjaannya selama satu tahun penuh, mengabdi di Kab Ogan Ilir.

Meski demikian, Pimpinan Cabang DD Sumsel Kusworo Nursidik, Lc, menyebutkan bahwa, bukan berarti program SLI lantas terputus, melainkan untuk tahun kedua pendampingan, di-rolling dengan tim pendampingan lainnya yang telah dipersiapkan di Bogor.

Program SLI sendiri telah berjalan sejak Februari 2017 dan berakhir Februari 2018.

“SLI adalah salah satu program Dompet Dhuafa Sumsel dalam bidang Pendidikan. Dimana program ini adalah bentuk penyaluran dari dana ZIS (Zakat Infaq dan Sedekah), tentu bisa berjalan dengan baik jika kita semua bekerjasama untuk memakukan setiap programnya,” jelas Kusworo.

Dia juga menambahkan, program Sekolah Literasi Indonesia ini merupakan program dengan pendampingan jangka panjang, dengan durasi pendampingan 1-3 tahun.

“Untuk enam sekolah di Kab Ogan Ilir ini, rencananya akan masuk ke tahapan kedua atau tahun kedua. Di mana nantinya akan ada follow up di ke-6 sekolah tersebut juga dalam jangka pendampingan selama 1 tahun”, beber Kusworo.

Sedangkan untuk pendampingan berikutnya, akan didampingi oleh tim SLI lainnya yang telah mendapatkan pelatihan di SLI pusat di Bogor.

“Sampai saat ini, pendamping baru masuk pada tahap tahap recruitment, yang nantinya ketika mereka lulus akan di tempatkan di SLI di seluruh daerah di Indonesia”, ujar alumni Ilmu Syariah dari Internasional Islamic Call College-Tripoli, Libya ini.

Sementara itu, Kabid TK-SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Ogan Ilir, Hasan Riadi, S Pd, sangat mengapresiasi program SLI. ”

Kami sangat mengapresiasi program sekolah literasi oleh Dompet Dhuafa Sumsel ini. Enam sekolah yang telah dilakukan pendampingan, kini performa sekolahnya sangat meningkat. Ibaratkan dulu kita hanya berjalan, berkat program SLI ini kini Kita berlari dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Hasdan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kab Ogan Ilir, Nelson S Pd yang juga menyatakan kekagumannya dengan program SLI DD Sumsel.

“Saya kaget sekali melihat langkah besar yang dilakukan Dompet Dhuafa Sumsel dalam peningkatan mutu Pendidikan, kalau bisa saya justru men-support seluruh madrasah di Ogan Ilir ini untuk juga diadakan pendampingan program SLI ini,” jelasnya.

SLI sendiri merupakan model sekolah berbasis masyarakat yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem instruksional. Termasuk di dalamnya, pembelajaran dan pengembangan kultur sekolah dengan kekhasan literasi yang kental yang bertujuan mengembangkan kemandirian sekolah.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Zainal Umuri, Ketua Tim Optimalisasi Sekolah program Sekolah Literasi Indonesia (SLI), perwakilan Dinas Pendidikan Ogan Ilir, yakni kabid pembina dan kasi kurikulum TK-SD Disdik Kab Ogan Ilir, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir, enam kepala sekolah dan puluhan guru sekolah program SLI. #min/ril

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here