Palembang, SumselSatu.com
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda tunggal penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel Tahun 2026, Rabu (18/2/2026).
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel H Nopianto, didampingi Wakil Ketua Ilyas Panji Alam, serta dihadiri Sekretaris Daerah Sumsel Edwar Chandra, jajaran kepala OPD, dan tamu undangan lainnya. Dalam rapat ini, 10 Daerah Pemilihan (Dapil) melalui juru bicaranya masing-masing memaparkan aspirasi warga yang dihimpun selama masa reses pada 10–17 Februari 2026.
Juru Bicara Dapil Sumsel I Romiana Hidayati menyampaikan sejumlah rekomendasi penting yang perlu segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Sumsel, antara lain mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS PBI bagi warga kurang mampu yang dinonaktifkan tanpa survei. Integrasi data kemiskinan dan pendidikan agar penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) tepat sasaran.
Normalisasi drainase dan pembangunan kolam retensi di titik rawan banjir, seperti kawasan SMK Gajah Mada, SMK PGRI 1, dan Kelurahan Kemang Agung. Perbaikan lampu jalan di kawasan flyover, TPU Talang Pete, dan Jalan Tegal Binangun guna menekan angka kriminalitas dan kecelakaan. Peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas siswa disabilitas, serta pemerataan kesejahteraan guru ASN dan non-ASN.
Penyediaan lahan TPU baru di kawasan Seberang Ulu. Perbaikan sejumlah ruas jalan vital dan penambahan armada pengangkut sampah. Percepatan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK. Optimalisasi dana CSR perusahaan besar (Pertamina dan PT KAI) agar lebih tepat sasaran.
“Kami berharap hasil reses tersebut menjadi bahan pertimbangan kebijakan agar lebih efektif,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Juru Bicara Dapil Sumsel II Hj Zaitun menyampaikan aspirasi serupa terkait infrastruktur jalan, jembatan, penanganan banjir, serta layanan kesehatan. Politisi Partai Gerindra tersebut menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang agar usulan warga dapat terealisasi melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027.
Juru Bicara Dapil III (OKI dan OI), Made Indrawan, menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya pembangunan sport center di SMK Negeri 1 Lempuing Jaya. Pembangunan asrama bagi siswa kurang mampu di SMA Negeri Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Pembangunan pagar pembatas SMK Negeri 1 Kayuagung. Dukungan pemasaran bagi pelaku UMKM. Perbaikan jalan provinsi dari Desa Talang Pangeran hingga Desa Kapal yang mengalami kerusakan berat. Pengecoran jalan dalam Desa Tugumulyo, Kecamatan Lempuing. Peningkatan status sejumlah ruas jalan kabupaten menjadi jalan provinsi.
Dari Dapil IV OKU Timur Hj Meilinda menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur desa dan pemenuhan fasilitas sekolah di Kecamatan Martapura serta Belitang Jaya.
Sedangkan Juru Bicara Dapil V (OKU dan OKU Selatan) Atahira Putri Lestari, menyoroti prioritas pembangunan air bersih, sanitasi, pemerataan sarana kesehatan (Puskesmas), distribusi obat-obatan, serta dukungan pada sektor pertanian dan ekonomi rakyat.
Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto, menegaskan bahwa laporan reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 ini merupakan bukti nyata keseriusan dewan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Seluruh laporan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di Sumatera Selatan, yang nantinya dituangkan dalam keputusan DPRD sesuai peraturan yang berlaku. Dengan disampaikannya laporan ini, diharapkan pembangunan di Sumsel dapat berjalan lebih merata dan berkeadilan. #hms











