Elektabilitas Dodi – Giri Paling Tinggi

172
Dirut Puskaptis Husin Yazid saat menyampaikan hasil survei terhadap dinamika pemilih dalam pelaksanaan pilkada langsung Provinsi Sumsel Juni 2018, Kamis (21/6), di Hotel Aston. (FOTO: SS1/Yanti)

Palembang, SumselSatu.com

Puskaptis menggelar press conference hasil survei terhadap dinamika pemilih dalam pelaksanaan pilkada langsung Provinsi Sumsel Juni 2018 di Hotel Aston, Kamis (21/6). Dari hasil survei diketahui elektabilitas pasangan calon (paslon) Dodi Reza Alex dan Giri Ramanda mengungguli paslon lainnya.

Dirut  Puskaptis Husin Yazid mengatakan, survei dilakukan di 242 kelurahan dalam 141 kecamatan di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

“Kita ambil data 1.200 sampel, dengan margin error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan 6 sampai 12 Juni,” ujarnya.

Husin menjelaskan,  dari tingkat keterkenalan ada tiga paslon di atas 90 persen.  Yakni Ishak dan Yudha 98,60 persen, Herman Deru dan Mawardi Yahya 97,37 persen, serta Dodi dan Giri 97,25 persen. Sementara Saifudin Aswari dan Irwansyah hanya 88,43 persen.

Untuk tingkat kesukaan pemilih terhadap paslon cagub, Dodi dan Giri meraih 69,66 persen, Herman Deru dan Mawardi Yahya 56,65 persen,  Ishak Mekki dan Yudha 41,25 persen, serta Saifudin Aswari dan Irwansyah 17,95 persen.

Husin menjelaskan, untuk elektabilitas cagub dan cawagub pada 10 sampai 16 Mei, Dodi dan Giri 33,15 persen, Herman Deru dan Mawardi Yahya 28, 16 persen, Ishak Mekki dan Yudha 14,30 persen, serta Saifudin Aswari dan Irwansyah 7,15 persen.

Sedangkan elektabilitas cagub dan cawagub di pilgub Sumsel pada 6 sampai 12 Juni, pasangan Dodi dan Giri naik menjadi 36,25 persen, Herman Deru dan Mawardi Yahya 30,06 persen, Ishak Mekki dan Yudha 15,25 persen, serta Saifudin Aswari dan Irwansyah 5,20 persen.

“Untuk tingkat animo masyarakat memilih tinggi untuk pilgub untuk partisipasi pemilih bisa di atas 70 persen. Sedangkan 30 sampai 35 persen adalah pemilih pemula,” kata Husin.

Posisi militansi pemilih terhadap paslon Cagub Sumsel 2018, berdasarkan hasil survei diketahui pemilih Dodi  dan Giri 96,80 persen paling militan.  Disusul Herman Deru dan Mawardi dengan 94,97 persen,  lalu Ishak Mekki dan Yudha 93,45 persen, serta Saifudin Aswari dan Irwansyah 88,75 persen.

Husin menambahkan,  untuk alasan utama memilih nama paslon tersebut karena tegas dan disiplin,  peduli,  visi dan misi, program kerja,  berpengalaman,  berani, bertanggungjawab,  berprestasi, baik, dan jujur serta merakyat. Selain program kerja, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih paslon cagub dan cawagub diantaranya tergantung pilihan partai,  anjuran teman/tetangga, anjuran tokoh nasional,  pemberian uang, dan pemberian sembako.

“Tingginya elektabilitas Dodi dan Giri karena faktor pertama adalah  figur, integritas, dan mewakili pemilih pemula. Faktor kedua mesin politik pendukung dan relawan,” jelas Husin.

Terhadap survei ini, Pengamat Politik Joko Siswanto mengatakan,  dirinya menyambut positif Puskaptis merilis surveinya.  Dari sisi metodologis, tidak ada yang salah dengan survei tersebut.  “Respondennya cukup dan mewakiki 17 kabupaten/kota,” kata Joko.

Joko juga mengatakan hal biasa bila sosok yang terkenal namun belum tentu dipilih. Seperti Ishak Mekki yang terkenal tapi dari tingkat keterpilihan belum tentu dipilih.  “Ini artinya, tingkat kesukaan ada korelasi, identifikasi partai, figur, dan isu,” kata Joko.

Menurut Joko, orang memilih itu sama seperti jatuh cinta. Kalau sudah suka sulit untuk berpindah lagi. Kalau partai politik yang memiliki banyak kursi di DPRD, maka paslon yang didukungnya bisa menang. Hal itu karena konstituennya juga banyak.

Soal pemberian uang, dinilai persentasenya kecil. Tapi Joko tak menampik, politik uang bisa terjadi dan mempengaruhi partisipasi.

“Survei Puskaptis ini logis. Swing voter ini yang bisa mengubah hasil survei. 13,02 persen ini yang mengambang.  Mereka ini kelas menengah dan kelas atas. Saya tidak melihat politik identitas.  Masyarakat sudah mencair,” kata Joko.

Selain itu, Joko juga menilai, Debat kandidat cagub dan cawagub yang digelar KPU Sumsel juga berpengaruh secara lebih luas. Sebab, dari debat tersebut bisa dinilai bagaimana pola pikir, pola bicara, kesopanan, leadership dari masing-masing paslon.

“Juga kemampuan mengelola emosi, kecerdasan intelek, semua akan terlihat di debat kandidat. Jadi berat Aswari dan Ishak untuk menandingi Dodi dan Giri,” ujar dosen FISIP Unsri ini.

Masih terkait hasil survei Puskaptis, Ade Indra Chaniago mengatakan, trend peningkatan suara ini cenderung landai.  “Saya sangat yakin hasilnya akan terus meningkat. Pasangan Dodi dan Giri lebih tinggi dari yang lain, jadi sulit bagi paslon lain untuk mengejar,” kata dia.

Namun masih ada peluang masing-masing kandidat untuk memperoleh angka lebih dari ini. Terutama lewat debat kandidat malam ini, karena trend elektabilitas juga dipengaruhi di debat.  “Tapi saya yakin Dodi dan Giri menang,” tukas dia.

Memang, Dodi baru menjabat Bupati Muba sementara ada calon yang menjabat wakil gubernur, dan calon lainnya menjabat Bupati OKU Timur dua periode. Tapi faktanya di survei, tingkat kesukaan publik terhadap Dodi – Giri melebihi paslon lain.

“Saya yakin angka Dodi akan terus naik karena swing voter ini sudah mulai turun. Masing-masing paslon mempersiapkan diri semaksimal mungkin pada debat,” kata Ade. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here