Gubernur Herman Deru Sampaikan Visi Misi di Hadapan Anggota DPRD Sumsel

273
PARIPURNA ISTIMEWA – Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel H Chairul S Matdiah dan Kartika Sandra Desi bersama Gubernur H Herman Deru dan Wakil Gubernur H Mawardi Yahya pada rapat paripurna istimewa XXVI, Senin (8/10/2018). (FOTO: SS1/IST)

Palembang, SumselSatu.com

Gubernur Sumsel periode 2018-2023 H Herman Deru didampingi Wakil Gubernur H Mawardi Yahya menyampaikan pidato mengenai visi dan misi di sidang paripurna istimewa XXVI DPRD Sumsel, Senin (8/10/2018).

Rapat paripurna dipimpin Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel H Chairul S Matdiah dan Kartika Sandra Desi Wakil dihadiri anggota DPRD Sumsel, jajaran Kepala OPD di Pemprov Sumsel, dan tamu undangan lain.

VISI DAN MISI – Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Wakil Gubernur H Mawardi Yahya menyampaikan pidato tentang visi dan misi. (FOTO: SS1/IST)

Dalam pidatonya Herman Deru mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumsel semester 1 tahun 2018 lebih baik dari angka nasional. GINI ratio Sumsel pada Maret 2018 lebih baik dari angka nasional.

“Untuk tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2018 lebih baik dari angka nasional. Inflasi pada tahun 2017 lebih rendah dari angka nasional,” ujar Deru.

Herman Deru menjelaskan, angka kemiskinan pada Maret 2018 masih lebih tinggi dari angka nasional. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2017 masih di bawah angka nasional,  sehingga memerlukan perhatian khusus.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan, bersinergi untuk mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik dan bekerja keras lagi untuk mengejar ketertinggalan kita pada capaian kinerja beberapa indikator makro yang belum maksimal, kita harus mampu menurunkan angka kemiskinan sampai di bawah angka nasional, sebagai indikator bahwa pembangunan yang kita lakukan dapat mensejahterakan masyarakat,” katanya.

TAMU UNDANGAN – Para tamu undangan yang menghadiri rapat paripurna istimewa XXVI DPRD Sumsel dengan agenda mendengar pidato visi misi Gubernur – Wakil Gubernur Sumsel periode 2018 – 2023. (FOTO: SS1/IST)

Oleh sebab itu, lanjut Herman Deru, sudah saatnya merapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel dengan visi Sumsel 2018-2023 yaitu “Sumsel Maju Untuk Semua”. Pemahaman terhadap visi Sumsel Maju untuk Semua dapat dijelaskan sebagai berikut yakni keadaan dimana terwujudnya pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan atau pembangunan maritim yang merata dan berkeadilan, dimana hasil pembangunannya dinikmati seluruh anggota masyarakat.

“Sumsel maju untuk semua adalah kondisi dimana meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan,  ketaqwaan,  kejujuran, integritas, dan kearifan lokal.  Disamping terpenuhi hak-hak dasar masyarakat dengan dukungan anggaran pro rakyat,  pro lingkungan dan pro gender yang transparan dan akuntabel,” kata Herman Deru.

Sumsel Maju untuk Semua, lanjut Herman Deru, adalah kondisi tercapainya pelayanan publik yang baik dengan dukungan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses penentuan kebijakan pembangunan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

PIMPIN RAPAT – Plt Ketua DPRD Sumsel M Yansuri ketika memimpin rapat paripurna istimewa XXVI, Senin (8/10/2018). (FOTO: SS1/IST)

“Sumsel Maju untuk Semua adalah terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi kehidupan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan, terciptanya kehidupan masyarakat yang menghargai perbedaan, dan masyarakat yang dapat menikmati kesenian bermutu di pusat kebudayaan,” papar Deru.

Untuk mencapai visi tersebut, Herman Deru menyatakan, pihaknya memiliki lima misi yaitu pertama, masuk membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan, yang didukung sektor pertanian, industri,  dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan. Kedua, meningkatkan kualitas SDM, baik laki-laki maupun perempuan, yang sehat, berpendidikan, profesional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, kataqwaan, kejujuran, dan integritas.

Ketiga, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas,  profesional, dan responsif. Keempat, membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk dasar guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan,  untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta terwujudnya daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah. Kelima, meningkatkan kehidupan beragama, seni, dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius.

“APBD Sumsel tahun 2019 sudah sinergi dengan janji kampanye. Kita minta APBD 2019 memasukkan program kita, ” tandasnya.

DENGARKAN – Beberapa anggota DPRD Sumsel mendengarkan pidato Gubernur H Herman Deru yang menyampaikan visi misi. (FOTO: SS1/IST)

Sementara sebelumnya, saat menyampaikan kata sambutan ketika membuka rapat, Yansuri mengatakan, rapat paripurna istimewa ini mempedomani surat edaran dari Menteri Dalam Negeri yang menyebutkan bahwa gubernur, walikota, dan bupati yang telah dilantik agar menyampaikan pidato sambutan gubernur, walikota, dan bupati pada sidang paripurna istimewa di masing-masing DPRD provinsi, kabupaten/kota setelah melakukan serah terima jabatan. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here