Guru Garis Depan Diharapkan Ubah Wajah Pendidikan Mura

34
SK GGD---Bupati Mura Hendra Gunawan menyerahkan SK CASN kepada 38 orang GGD. (FOTO: SS1/Hengky)

Musi Rawas, SumselSatu.com

Bupati Musi Rawas (Mura) Hendra Gunawan menyerahkan 38 Surat Keputusan (SK) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Guru Garis Depan (GGD) Kemendikbud Republik Indonesia.

Diharapkan para CASN GGD bisa membawa perubahan bagi pendidikan di Kabupaten Mura.

“Kita juga ada pengajar muda Indonesia Mengajar program Kemendikbud RI Anies Baswedan sebelumnya. Ada tujuh orang tersebar di Kabupaten Mura. Mereka telah memberikan perubahan besar untuk pendidikan di Kabupaten Mura,” ujar Hendra, saat memberikan SK CASN GGD di Audotorium Pemkab Mura, Selasa (5/9/2017).

Menurutnya, para CASN GGD merupakan putera/puteri Bangsa Indonesia. Mereka berasal dari daerah-daerah di Tanah Air. Ada dari Provinsi Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Jawa Tengah (Jateng), dan lainnya.

“Silahkan tunjukkan pengabdian dengan ikhlas dan penuh kesiapan. Kabupaten Mura ini merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Kabupaten Mura ini Tanah Air kalian dan masyarakatnya saudara kalian,” kata Hendra.

“Bangun pendidikan di sini dengan membawa perubahan besar bagi peserta didik. Saya lihat pengabdian kalian. Jika tujuh guru saja bisa kenapa tidak bisa 38 orang ini,” kata Hendra lagi.

Bupati menerangkan, untuk mendapatkan Program GGD tidaklah mudah.

“Saya harap semangat, ikhlas, dan siap mengabdi dikedepankan. Tidak mudah untuk mendapatkan program seperti ini dan langsung dapat SK CPNS (CASN-red),” kata Hendra.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mura Rudi Irawan Ishak mengatakan, proses pendaftaran GGD dilakukan secara online di seluruh Indonesia. Mereka mendaftar dari daerah masing-masing. Sehingga, lulus dan menjalani proses yang ada dari Kemendikbud RI. Setelah itu mereka mendapatkan SK CASN dan seluruh disebar di desa tertinggal di empat kecamatan, yakni BTS Ulu Cecar, Muara Kelingi, Muara Lakitan, dan STL Ulu Terawas.

Untuk formasi, yakni 25 orang guru kelas, lima orang guru Penjasorkes, satu orang guru bimbingan konseling, satu orang guru Bahasa Indonesia, satu orang guru Bahasa Inggris, satu orang guru Matematika, dua orang guru IPA, satu orang guru IPS, dan satu orang guru PPKN.

“Mereka tersebar di sembilan sekolah menengah pertama dan 29 sekolah dasar. Dan proses GGD sudah dilakukan sejak tahun 2016 yang lalu dan baru mendapatkan SK tahun 2017 ini,” terang Rudi. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here