Inventarisir Alat Pelayanan Kependudukan Rusak Setiap Kecamatan

41
REKAM DATA---Petugas Disdukcapil Mura jemput bola turun ke pemukiman masyarakat memberikan pelayanan kependudukan.

Musi Rawas, SumselSatu.com

Adanya laporan alat pelayanan kependudukan yang rusak di setiap kecamatan di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Akhirnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan inventarisir terhadap peralatan kependudukan yang rusak.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil), Y Mori melalui Kepala Bidang (Kabid), PIAK Rahmat Hidayat mengatakan untuk alat perekaman yang berasal dari Kementerian kondisi rusak, maka ditarik untuk diperbaiki oleh Disdukcapil provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Kita tarik seperti Printer Pargo untuk pencetakan, Signature Et ada 14 unit, iris mata atau pemindai retina mata sebanyak 14 unit, finger print sebanyak 10 unit dan UPS 8 unit, server 1 unit dan Smart Card 2 unit. Karena memang hampir di kecamatan semuanya rusak,” tegas Rahmat Hidayat, Kamis (9/11/2017) di ruang kerjanya.

Menurut dia, kondisi rusak tersebut dikarenakan alat sudah tua. Sebab, berdasarkan data pengadaan alat tersebut tahun 2011 oleh Kemendagri. Namun, rata-rata masih ada satu set, sehingga pelayanan kependudukan di tiap kecamatan tetap bisa dilakukan meski ada perbaikan.

Sedangkan, peralatan yang diperbaiki tidak bisa ditentukan kapan selesainya, karena dilakukan perbaikan dari Tim Provinsi Sumsel. Kemungkinan satu bulan ke depan.

“Kita usulkan adanya peremajaan peralatan. Namun, untuk realisasinya belum bisa dipastikan kapan. Sebab, kalau untuk alat ini mahal, sedangkan kalau untuk di daerah tidak mampu melakukan pendanaannya. Sebab, bersifat khusus dan satu set bisa mencapai ratusa n juta,” tegas dia.

Rahmat Hidayat menjelaskan pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kependudukan. Meski ada kerusakan sejumlah peralataan di tingkat kecamatan tetapi pelayanan tetap diberikan karena peralatan yang rusak hanya beberapa item.

Sedangkan, Camat Jayaloka, Edi Rosidi mengatakan kalau untuk di kecamatan Jayaloka masih sedikit lagi masyarakat yang belum melakukan pengurusan administrasi kependudukan. Memang satu hari sebelum alat ini rusak bisa mencapai 5-6 orang yang dilayani.

“Kita harapkan jika ada peralatan yang baru dapat mempercepat pengurusan administrasi kependudukan di masyarakat. Namun, jika diperbaiki hendaknya cepat juga selesai karena alat tersebut untuk memberikan pelayanan kependudukan di masyarakat,” pungkasnya. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here