Jalani Laga Usiran, SFC Rugi Rp600 Juta

35
Striker SFC Alberto Goncalves saat melakukan selebrasi.
Palembang, SumselSatu.com
Sriwijaya FC (SFC kembali melakoni laga kandang usiran saat menjamu Madura United di Stadion Agus Salim, Padang, Sabtu (11/8/2018). Ini menjadi laga kandang usiran kedua bagi Laskar Wong Kito. Sebelumnya, SFC menjamu Borneo FC di Padang, Minggu (29/7/2018). Dari dua laga kandang usiran ini, manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) menelan kerugian sampai Rp600 juta lebih.
“Pengeluaran paling besar yakni membayar biaya pelaksana pertandingan (Panpel) dan tiket pesawat,” ucap Manajer Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Robbiomar Razzi, Senin (6/8/2018).
Dijelaskan Robbi, untuk biaya panitia pelaksana pertandingan, manajemen SFC harus mengeluarkan uang sebesar Rp140 juta. Semua Panpel yang bertugas, berasal dari Padang. Tak hanya itu, tiket penerbangan ke Padang saat bertolak dari Palembang jelang laga lawan Borneo FC menghabiskan Rp150 juta. Kerugian yang sama kembali dialami tentunya, saat SFC harus kembali ke Padang usai melawan Persib di Bandung.
“Jadi, kalau kita total dari dua laga kandang usiran itu, kerugian SFC dari biaya panpel dan biaya tiket penerbangan mencapai Rp580 juta. Masih ada biaya operasional atau konsumsi. Jadi kita perkirakan bisa habiskan Rp600 juta lebih,” jelasnya.
Dikatakannya, kondisi berbeda terjadi jika pertandingan dimainkan di Palembang karena tidak ada biaya tiket. Sementara biaya untuk panitia pertandingan bisa ditutup dari penjualan tiket, dan manajemen tidak perlu lagi mengeluarkan uang saku untuk membayar panpel.
“Bahkan dari tiket laga kandang SFC, biasanya masih tersisa dan kerap digunakan untuk membiayai operasional tim saat laga away berikutnya. Tapi, karena main di Pandang, penonton yang datang saja tidak banyak. Jadi uang yang didapat sedikit. Tidak ada pemasukan sama sekali,” ujarnya.#ari
Percakapan Obrolan Berakhir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here