Kemenag Dorong Siswa Jadi Wartawan Sekolah

83
KOMPETISI---Peserta Lomba Siswa MA Mendapat pengarahan sebelum mengikuti seleksi jurnalistik di aula Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (5/3/2018). (Foto:SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumsel mendorong siswa menjadi wartawan di sekolah. Bahkan Kanwil Kemenag Sumsel ingin semua Madrasah Aliyah (MA) di Sumsel memiliki wartawan sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Kanwil Kemenang Sumsel, Saefudin Latief usai membuka lomba jurnalistik tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Sumsel di aula Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (5/3/2018).

Dijelaskan Saefudin, Kanwil Kemenag Sumsel terus mendorong siswa MA di Sumsel untuk memperdalam jurnalistik. Pasalnya di era kemajuan zaman saat ini, berita tidak bisa dilepaskan dari semua sektor sehingga siswa harus paham apa itu jurnalistik.

“Kita ingin semua MA di Sumsel memiliki wartawan sekolah. Sehingga setiap kita datang akan ada siswa yang wawancara untuk mencari berita,” ujarnya.

Saefudin menjelaskan, belajar jurnalistik juga bisa meningkatkan literasi siswa menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan lomba jurnalistik setiap tahun hingga tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan tingkat MA se- Sumsel.

“Kita ingin siswa MTs juga sudah mengenal apa itu jurnalistik dan bagaimana membuat berita,” ucapnya.

Lomba jurnalistik ini, lanjut Saefudin, dilaksanakan selama dua hari, dengan dibagi dua sesi yakni tanggal 5 Maret 2018 untuk lomba jurnalistik tingkat MA dan tanggal 6 Maret 2018 untuk tingkat MTs se-Sumsel.

Lomba ini diikuti oleh 14 MAN di Sumsel yakni MAN 1 Banyuasin, MAN 1 Lubuklinggau, MAN 1 Muara Enim, MAN 1 Musi Banyuasin, MAN 1 Musi RAwas, MAN 1 Ogan Ilir, MAN 1 OKU, MAN 1 OKUT, MAN 1 Palembang, MAN 2 Lahat, MAN 2 OKUS, MAN IC OKI, MAN 1 Pagaralam dan MAN 1 Prabumulih.

“Ada dua kategori lomba yang akan diperebutkan siswa yakni berita media cetak dan berita televisi. Berbagai tahapan harus dilewati siswa seperti tes materi jurnalistik umum, secara online dan tes lapangan untuk mencari berita kemudian diketik,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here