Khofifah Minta Politisi Tidak Memecah Belah Kiai dalam Pilkada Jatim

69
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

Jakarta, SumselSatu.com – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta politisi dan calon yang akan maju di Pilgub Jatim untuk tidak memecah belah Kiai. Setiap calon pasti meminta restu Kiai.

“Jadi saya mohon maaf, jangan kemudian kita membelah-belah kiai,” ujarnya saat menghadiri Halaqoh Kebangsaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV, Surabaya, Selasa (15/8/2017) seperti dikutip dari detikcom.

Khofifah sendiri enggan menyebutkan telah meminta restu ke Kiai siapa saja untuk maju di Pilgub Jatim. Dia pun sempat menyebut beberapa Kiai ternama.

Nek menurut sampean, Gus Sholah (KH Sholahuddin Wahid) kiai opo ora (kiai atau bukan). Saya tanya sampean, Kiai Asep kiai opo ora,” katanya.

Khofifah mengaku sangat menghormati apa yang dinasehati Kiai kepadanya. “Saya sangat menghormati apapun yang mungkin statmen dari kiai A, kiai B,” imbuhnya.

Ketua Umum Muslimat NU ini berharap, tidak ada pemaksaan terhadap para kiai terkait Pilgub Jatim. “Jangan memaksakan semua itu harus sewarna. Ikhtilafu ummati rahmatun (perselisihan umatku adalah rahmat), kata Rasulallah begitu,” jelasnya.

Sebelumnya, para kiai dan pengasuh pondok pesantren tidak ingin pengalaman Pilgub Jatim lalu terulang, karena tidak adanya kekompakkan dan kebersamaan dalam perjuangan politik, saling ingin menang sendiri, sehingga mengakibatkan perpecahan di lingkungan NU yang butuh waktu panjang untuk menyatukan kembali.

Khofifah sendiri hingga saat ini masih menunggu restu dari Presiden Joko Widodo untuk maju ke Pilgub Jatim. Khofifah mengikuti setiap keputusan yang diberikan Presiden.

“Proses sedang berjalan. Saya akan lapor Presiden (Jokowi). Saya akan ikut keputusan presiden, karena saya sedang membawa mandatnya presiden,” ungkapnya.

Khofifah dikabarkan mendapatkan dukungan dari beberapa partai politik seperti NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP untuk maju di Pilgub Jatim 2018.

“Partai-partai yang berseirama, berseiring, pasti membangun komunikasi. Komunikasi tetap berjalan,” tuturnya.

Ia menegaskan kembali, dirinya sampai saat ini masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Sosial. “Saya akan membawa mandat presiden sesuai dengan keppres (Keputusan Presiden),” jelasnya. (min/dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here