Kita Harus Cinta dan Sayang Dengan Guru

57
BERBINCANG------Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda berbincang dengan salah seorang murid di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang, Selasa (12/9/1977). (FOTO: SS1/Yudi).

“Dari kecil saya kagum dengan bapak ibu guru. Saya teringat bagaimana bapak dan ibu guru memberikan ilmu kepada saya. Saya sangat simpati dan terinspirasi  dengan perjuangan yang bapak dan ibu guru lakukan”.

SELASA (12/9/2017), ratusan guru di Kota Palembang berkumpul di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang. Mereka mengikuti acara Grand Final Guru Favorit.

Hadir di acara tersebut Fitrianti Agustinda, Wakil Walikota Palembang. Ternyata, Fitrianti yang akrab disapa Finda itu bercita-cita menjadi guru saat masih kecil.

“Dari kecil cita-cita saya jadi guru,” ujar Finda ketika memberikan kata sambutan di hadapan ratusan guru serta murid/siswa yang hadir.

Finda menyampaikan, pekerjaan atau profesi sebagai guru sungguh mulia. Wakil Walikota Palembang yang dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut sangat mengagumi para ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’.

“Dari kecil saya kagum dengan bapak ibu guru. Saya teringat bagaimana bapak dan ibu guru memberikan ilmu kepada saya. Saya sangat simpati dan terinspirasi  dengan perjuangan yang bapak dan ibu guru lakukan,” ucap Finda.

Meski tidak menjadi seorang guru, sebagai Wakil Walikota Palembang Finda berkomitmen memperjuangkan nasib guru. Dia berharap tingkat kesejahtaraan guru akan semakin meningkat.

“Kami akan terus  memikirkan bapak dan ibu guru sekalian. Tidak ada yang perlu ditakuti, selama ada niat baik, selama terus berdoa agar kesejahteraan meningkat di Palembang ini, pasti kesejahtaraan bapak dan ibu akan meningkat juga,” kata Finda.

Finda pun menceritakan, di era dia masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah, murid atau siswa sangat takut dan segan dengan guru, tidak berani melawan. Wakil Walikota Palembang prihatin dengan adanya murid/siswa yang bertindak tidak sopan kepada guru.

“Miris sekali kadang ada tayangan di televisi, kalau ada murid berlaku kurang sopan kepada guru,” katanya.

Finda menambahkan, guru sejatinya tidak memikirkan duniawi saja, tetapi lebih memikirkan akhirat. Begitu terhormatnya profesi guru.

Memberikan pendidikan akan menjadi ladang amal.

“Kita harus cinta dan sayang dengan guru. Kita tidak bisa jadi apa-apa tanpa jasa guru,” ujar Finda. # yudi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here