Kodam II Sriwijaya Bangun Jalan dan Delapan Jembatan

45
BANGUN JALAN-Sejumlah prajurit Kodam II Sriwijaya sedang melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan melakukan perbaikan jalan, Selasa (10/10/2017).

Palembang, SumselSatu.com

Pada program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-100 TA. 2017, yang telah dibuka sejak dua minggu lalu, tepatnya tanggal 27 September 2017, di empat Kabupaten di wilayah Sumbagsel, Kodam II/Swj menargetkan membangun jalan sepanjang 26,15 kilometer dan delapan unit jembatan.

Kapendam II/Swj Letkol Inf Imanulhak, SSos, menjelaskan, bahwa pembangunan jalan sepanjang 26,15 kilometer tersebut saat ini sudah selesai 51 persen. Pembangunan jalan tersebut meliputi pembuatan badan jalan sepanjang 8,55 kilometer di wilayah Kodim 0407/Bengkulu Tengah, Kecamatan Karang Tinggi dan Pondok Kubang.

Kemudian pembuatan jalan sepanjang 11 kilometer di wilayah Kodim 0415/BTH, Kecamatan Sekernan. Selanjutnya, pembuatan badan jalan sepanjang 1,6 kilometer di wilayah Kodim 0422/LB, Kecamatan Ngambur dan pembuatan badan jalan sepanjang lima kilometer di wilayah Kodim 0404/Muara Enim, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

“Sedangkan delapan unit jembatan yang sedang dibangun, meliputi empat unit pembuatan jembatan darurat di wilayah Kodim 0407/Bengkulu Tengah,satu unit pembuatan jembatan kayu 10 persegi di wilayah Kodim 0407/Bengkulu Tengah, satu unit  pembuatan jembatan dan satu unit renovasi jembatan di wilayah Kodim 0422/LB, serta satu unit pembuatan jembatan sepanjang 10 meter di wilayah Kodim 0404/Muara Enim,” kata Kapendam.

Selain itu, juga dibangun sejumlah fasilitas umum, antara lain Pembangunan Box Culver, gorong-gorong, jamban warga, Rehab Mushola, Pembuatan MCK, Pembuatan sumur bor, Pembuatan Plat Dekker dan berbagai sasaran fisik lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat yang menjadi sasaran program TMMD.

“Selain kegiatan fisik, menurut Kapendam II/Swj juga dilaksanakan kegiatan non fisik, seperti penyuluhan bela Negara dan wawasan kebangsaan, ketahanan pangan, hukum, agama, PKK, Kamtibmas, pertanian, perkebunan, kesehatan, kehutanan, narkoba dan lain sebagainya, yang merupakan hasil kerjasama satuan jajaran TNI dengan Dinas/Instansi terkait serta seluruh komponen masyarakat setempat,” tambah dia.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Letkol Inf Imanulhak, bahwa kegiatan TMMD yang berlangsung selama satu bulan (27 September s/d 26 Oktober 2017) bertujuan untuk mewujudkan Ruang Juang, Alat Juang, Kondisi Juang dan Kemanunggalan TNI-Rakyat serta dalam rangka membantu Pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik.

“Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat, khususnya masyarakat yang wilayahnya dijadikan obyek TMMD untuk bersama sama bekerja dan bergotong royong, sehingga sisa waktu setengah bulan, seluruh sasaran program TMMD baik yang bersifat fisik maupun non fisik dapat diselesaikan dengan baik dan hasilnya dapat dinikmati oleh rakyat,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here