Kodim 0418/Palembang Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI

40
Kegiatan silahturahmi yang digelar Kodim 0418/Palembang.

Palembang, Sumselsatu.com – Dandim 0418/Palembang Letkol Inf Romas Herlandes mengajak semua lapisan masyarakat menjaga keutuhan NKRI. Hal itu disampaikan Dandim pada acara silaturahmi dengan organisasi kemasyarakatan dan pemuda, organisasi masyarakat dan media, Selasa (13/6/2017).

Dandim mengatakan, derasnya provokasi dan adu domba saat ini dengan berbagai isu yang disebarkan dengan tujuan untuk memecah bela NKRI. Apalagi, isu agama menjadi senjata ampuh bagi negara luar untuk memecah belah keutuhan NKRI.

“Karena itu kita semua harus terus menjaga keuntuhan NKRI. Saat ini sudah banyak buktinya, dengan provokasi dan adu domba yang digunakan bisa memecah belah bangsa yang besar sekalipun. Banyak, bangsa-bangsa seperti Suriah, Irak, Uni Soviet dan lainya pecah, karena adu domba yang dibuat bangsa lain,” kata Dandim.

“Tak ada Islam, bukan Indonesia. Tak ada Kristen, bukan Indonesia. Tak ada Hindu, bukan Indonesia. Tak ada Budha, bukan Indonesia. Tak ada kepercayaan, bukan Indonesia. Yang Artinya, Indonesia bukan milik satu agama. Indonesia bukan milik satu golongan.Indonesia milik kita bersama,” tambahnya.

Menurut dia, negara-negara besar yang ada di dunia saat ini, sengaja menyebar adu domba dan provokasi dengan isu dengan tujuan agar Indonesia dapat dipecah belah. Bila Indonesia telah terpecah belah, maka pulau-pulau yang menjadi pecahan Indonesia akan dibagi-bagi berdasarkan keinginan dari negara-negara besar tersebut.

Terlebih, Indonesia dianggap negara yang memiliki banyak kekayaan sehingga selalu menjadi incaran negara lain untuk dikuasai. Dari itulah, sejak saat ini diharapkan semua lapisan masyarakat sebagai penerus bangsa untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Jangan mudah termakan provokasi dan isu-isu yang sengaja disebar untuk memecah bangsa.

“Jangan mudah termakan provokasi dan isu-isu yang sengaja disebar untuk memecah bangsa, dengan menggunakan adu domba agama yang sangat mudah digunakan sebagai alat pemecah belah bangsa. Besar tidaknya bangsa, kembali lagi ke jati diri negara. Indonesia ke depan bisa menjadi negara besar, negara adi daya bila tidak termakan provokasi dan adu domba yang disebar negara lain. Jadi kita semua harus berkomitmen, menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya. (Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here