Palembang, SumselSatu.com
Kolam Retensi Simpang Polda akan menjadi lokasi pertama pengerjaan fisik proyek revitalisasi Sungai Bendung di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kolam tersebut akan dikeruk sekaligus diperluas untuk meningkatkan kapasitas tampungan air. Pekerjaan itu juga berkaitan dengan pembongkaran aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Walikota Palembang Ratu Dewa menegaskan, proyek yang ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII itu kini memasuki tahap pelaksanaan fisik. Pengerjaannya ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.
Dewa mengatakan, proses administrasi proyek saat ini tinggal menunggu penandatanganan kontrak. Pemko Palembang terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses tersebut segera rampung.
“Saat ini kami terangkan bahwa progres tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Saya sudah minta Kepala Dinas PUPR untuk mengecek bahwa saat ini posisi sudah di Sekretaris Jenderal PUPR. Semoga minggu ini selesai,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).
Menurut Dewa, setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan fisik akan langsung dimulai. Tahap pertama difokuskan pada Kolam Retensi Simpang Polda.
“Mudah-mudahan pekan depan setelah kontrak itu kolam dikeruk untuk diperlebar, meliputi pembongkaran aset Pemerintah Provinsi Sumsel berupa eks kantor DPMPTSP,” katanya.
Selain pekerjaan pada kolam retensi, penataan kawasan sempadan Sungai Bendung juga menjadi bagian dari proyek. Namun, penanganan bangunan milik masyarakat akan dilakukan secara bertahap.
Ratu Dewa mengatakan, penataan tersebut akan dilakukan dengan pendekatan humanis. Pemko Palembang juga telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah terkait penanganan aset sosial di kawasan sempadan sungai.
“Untuk aset sosial yang ada di sempadan sungai, akan dilakukan secara bertahap dan perlahan. Kami koordinasikan agar prosesnya tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Revitalisasi Sungai Bendung akan melintasi sejumlah wilayah di Palembang, yakni Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning. Proyek ini memiliki panjang sekitar 5,4 kilometer. Pengerjaannya ditargetkan rampung pada akhir 2027, dengan masa pelaksanaan sekitar dua tahun.
Program tersebut tidak hanya menyasar alur Sungai Bendung. Penanganan juga terintegrasi dengan anak Sungai Seduduk dan Sungai Polda, serta revitalisasi empat kolam retensi. Keempat kolam retensi itu adalah Kolam Retensi Polda, IBA, Seduduk Putih, dan Talang Aman.
Dewa berharap pelaksanaan proyek mendapat dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat.
“Saya berharap pelaksanaan proyek mendapat dukungan dari seluruh pihak, termasuk masyarakat,” tutupnya. #fly










