Korem 044/Gapo Bantu Mediasi Konflik Pengairan

35
​TNI dari Korem 044/Gapo melakukan pertemuan dengan warga dalam rangka mediasi permasalahan pengairan

Palembang, SumselSatu.com

Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, SIP, didampingi Komandan Kodim 0406/Mura Letkol Kav Dodi Syamsurizal, SH, melakukan pertemuan dengan warga dalam rangka mediasi permasalahan pengairan antara petani sawah dengan petani ikan Desa Sumber Rejo, di Balai Desa Sumber Rejo, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Rabu (13/9/2017).

Korem 044/Gapo merupakan satuan teritorial yang memiliki wilayah kerja cukup luas, yaitu wilayah Sumatera Selatan dan membawahi tujuh satuan Kodim, dengan penduduk yang cukup besar. Dengan begitu, sering memicu terjadinya silang pendapat yang mengakibatkan timbulnya permasalahan sosial di masyarakat.

Salah satunya adalah permasalahan sengketa pengairan antarpetani sawah dengan petani ikan di Desa Sumber Rejo, Kabupaten Musi Rawas. Untuk dapat menyelesaikan hal tersebut, dibutuhkan kemampuan komunikasi sosial yang baik hingga dapat bersama-sama dengan aparat atau instansi pemerintah mampu menyelesaikan permasalahan secara baik dan benar.

“Kami melaksanakan mediasi dalam penyelesaian masalah sengketa pengairan tersebut bersama-sama dengan tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan setempat. Setelah dilakukan mediasi, sengketa pengairan yang terjadi antar petani sawah dan petani ikan akhirnya berhasil diselesaikan dengan kesepakatan bersama antar kedua kelompok warga yang bersengketa disaksikan langsung oleh Danrem 044/Gapo, Dandim 0406/Mura, Camat Megang Sakti, Kades Sumber Mulyo dan warga yang bersengketa,” kata Komandan Korem 044/Garuda Dempo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo.

Dalam mediasi itu, mereka menawarkan beberapa solusi kepada warga, di antaranya mengupayakan sistem pompanisasi pengairan untuk kepentingan petani sawah, meninjau ulang keberadaan dan keabsahan usaha kepemilikan kolam ikan yang ada, dan mengadakan penutupan jalur-jalur air yang mengalir dari aliran irigasi menuju kolam ikan.

“Kemudian kami juga membuat pintu penutup irigasi serta memberikan pemahaman tentang kebersamaan dalam usaha perikanan maupun pertanian,” tambahnya.

Usai dilakukan mediasi di Balai Desa Sumber Mulyo dilanjutkan peninjauan irigasi yang disengketakan dan kolam ikan yang ada secara bersama-sama. Dari peninjauan tersebut ditemukan saluran irigasi yang sudah tidak ada penutupnya, dan ini akan diupayakan untuk dibuat penutup sehingga penggunaan air irigasi dapat bergantian ke tempat kolam ikan dan ke lahan persawahan.

“Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi dan bantuan Bios 44 kepada para petani ikan dan petani sawah. Ide awal munculnya Bios 44 adalah dalam rangka mencegah kebakaran lahan gambut yang sering terjadi di wilayah Sumsel, kali ini Bios 44 telah berkembang yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan produktifitas pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan digunakan untuk mengurai tanah tandus bekas tambang menjadi lahan subur. Dengan pemanfaatan Bios 44 ini dapat meningkat produktifitas hasil pertanian maupun perikanan yang bapak-bapak kelola,” pungkasnya. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here