Melalui Tiga Sektor, Pemprov Sumsel Terus Upayakan RAD-GRK

65
Diskusi Konsultasi Publik Menyongsong Perencanaan Rendah Karbon Melalui Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca Pemprov Sumsel di Hotel Arya Duta

Palembang, SumselSatu.com

Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus mengupayakan perbaikan Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca (RAD-GRK). Ada tiga bidang yang menjadi sasaran utama yakni sektor Iahan yang terdiri atas pertanian dan Iahan gambut, sektor energi, transportasi dan industri, serta pengelolaan limbah baik padat maupun cair.

”Rencana aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca sudah menjadi kebutuhan yang harus terus dilanjutkan. Hal ini akan menjadi salah satu tolok ukur kinerja pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan emisi ,” ucap Hadenli Ugihan, Ketua POKJA RAD-GRK Provinsi Sumsel.

Hadenli mengatakan, bahwa keberlanjutan rencana aksi ini tidak akan berjalan mulus jika tidak adanya keterlibatan seluruh pihak baik pemerintah, organisasi masyarakat, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Target penurunan emisi Sumatera Selatan sendiri awalnya sebesar 10,16 persen di tahun 2020, kemudian disesuaikan menjadi di tahun 2030 yang besarnya akan disepakati dalam rencana aksi daerah yang masih dalam pengkajian ulang”, ujarnya.

Lanjut dia, pada tahun 2016, Sumsel telah berhasil menekan angka titik api sampai dengan 90 persen dan di 2017 tetap dapat dipertahankan walaupun sempat terjadi beberapa kebakaran kecil namun dapat segera ditanggulangi. Upaya inilah yang akan terus dilanjutkan oleh pemerintah.

“Untuk itu, rencana ini terus digalakkan guna lebih menekan bencana-bencana seperti ini”, ucap Hadenli.

Sementara itu, sekarang ini pihaknya terus berupaya agar perencanaan RAD – GRK di sahkan menjadi sebuah kebijakan  Pemerintah. “Saat ini Dokumen RAD-GRK Provinsi Sumsel hampir rampung, semoga bisa cepat menjadi sebuah kebijakan Pemerintah,” ungkapnya.

Diketahui, prediksi Business as Usual (BAU) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020, tanpa intervensi aksi mitigasi menunjukkan bidang berbasis lahan masih menempati porsi penyumbang emisi GRK terbesar sebanyak 98,05%. Sedangkan bidang berbasis energi dan limbah secara berturut-turut menyumbang 1,84% dan 0,11% dari total BAU 2020 di Provinsi Sumatera Selatan. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here