Memprihatinkan, Sebagian Bangunan SD di Kecamatan Ini Rusak Parah

107
BUTUH DIRENOVASI---Kondisi bangunan SDN 14 Rambutan, Desa Baru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin yang memprihatinkan.

Banyuasin, SumselSatu.com

Sungguh memprihatinkan melihat kondisi bangunan di SDN 14 Rambutan yang terletak di desa Baru Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin ini. Dari dua unit bangunan yang digunakan oleh SD itu, 1 unit bangunan dalam kondisi rusak berat.

Bangunan yang telah rapuh dimakan usia itu sangat rawan roboh, terlebih pada bagian lantai, atap dan plafon. Siswa SD Negeri 14 Rambutan dan dewan guru pun mengaku khawatir saat harus bersekolah.

Kepala Desa Baru, Alpino mengatakan, sekolah itu memang memiliki 2 unit bangunan. Bangunan pertama dibangun sekitar tahun 2000 dan sudah pernah dilakukan renovasi pada tahun 2010/2011. Kondisi bangunan tersebut saat ini juga masih cukup bagus.

Sementara satu bangunan lainnya, dibangun pada tahun 2005 dan hingga saat ini belum tersentuh perbaikan atau direhab.

“Mirisnya, bangunan yang rusak parah itu masih aktif digunakan untuk tempat proses belajar-mengajar. Terkadang kami sebagai orang tua sangat khawatir saat anak kami menimba ilmu disana. Dengan kondisi hampir seluruh bangunan rusak parah, dan sewaktu-waktu bisa runtuh dan menimpa anak-anak yang tengah belajar,” keluhnya.

Bangunan yang kondisinya rusak parah itu, lanjut Alpino, terdiri dari empat ruang kelas, 1 gudang dan 1 toilet. Awalnya, ruangan kelas itu diperuntukkan bagi siswa kelas 4, kelas 5 dan kelas 6, sementara satu ruangan lagi difungsikan sebagai ruang kantor guru.

Namun kini, kantor guru telah pindah ke salah satu ruangan pada bangunan sekolah yang baru (yang sudah direhab-red).

“Jadi yang menempati ruangan rusak itu saat ini adalah anak kelas 3,4,5 dan kelas 6. Kami selaku pemerintah desa sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan. Tahun 2016 sudah diajukan melalui Musrenbang. Demikian pula pada tahun 2018 diajukan kembali dengan membuat proposal dari kepala sekolah, sudah. Dan saat Musrenbang kemarin juga kami ajukan kembali,” paparnya.

Saat ini, sekolah pun tengah menyusun proposal untuk perbaikan atau pembangunan ruang kelas. Ia mengaku, para siswa dan orang tua telah menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi sekolah tersebut.

“Orang tua ya pasti waswas. Mereka inginnya kan anaknya sekolah dengan nyaman. Makanya akan kita ajukan kembali,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, beberapa bagian kelas mengalami rusak parah mulai dari atap, plafon, seluruh jendela, pintu, hingga lantai kelas yang masih berupa lantai papan, bahkan sudah ada yang berlubang karena sangat rapuh. Dan bila tidak berhati-hati, siapa pun bisa terperosok. Mengingat bangunan sekolah ini berupa sekolah panggung (bertiang).

Sementara, Plt Kepala Disdikporapar Banyuasin, HM Yusuf, saat dikonfirmasi melalui Sekretaris Disdikporapar Nopran S, menyarankan, agar hal tersebut baiknya dikonfirmasi ke bagian Dikdas, karena dia lebih tahu dan punya data yang akurat.

“Baiknya hal itu dikonfirmasi di bagian Dikdas, karena ada bidangnya masing–masing. Kalau saya nanti salah jawab,” ujar Nopran, saat di konfirmasi wartawan Sumselsatu.com, Minggu (11/3/2018).

Sementara Kabid Dikdas Harun Samsudin saat disambangi dikantornya, menurut salah seorang staf sedang tidak ditempat. “Pak Harun sedang DL ke Medan,” singkat seorang pegawai di ruangan Dikdas. #fri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here