Mulai H-1 Ramadhan, Hiburan Malam Stop Operasional

35
GELAR OPERASI-Instansi terkait melakukan operasi di tempat hiburan malam menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (1/5/2019) malam.  

Palembang, SumselSatu.com

Menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, aparat gabungan TNI, Polri , Pol PP Provinsi,Pol PP Kota Palembang, Pol PP Banyuasin, Basarnas, BNN, BNPB, BIN, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya mengelar Operasi Penertiban Gangguan Ketentraman dan Ketertiban Umum disejumlah tempat hiburan malam yang ada di kota Palembang, Rabu (1/5/2019) malam.

Sejumlah tempat hiburan malam seperti kafe dan, karaoke, diskotik dan panti pijat disisir satu per satu oleh aparat.  Sontak saja kehadiran para aparat ini membuat bingung para pengunjung. Mereka yang kedapatan duduk bersama dengan teman wanitanya satu persatu diperiksa identitasnya. Bahkan ada diantaranya yang diangkut ke Kantor Pop PP Sumsel untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Menurut  Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra di sela-sela operasi ini menegaskan,  razia yang digelar merupakan  salah satu bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 Tahun 2017  Tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Di mana selama bulan puasa seluruh tempat hiburan malam di Kota Palembang, harus menghentikan aktivitasnya dan tidak diperkenankan beroperasi mulai  H-1 Ramadhan hingga H+2 Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Operasi ini untuk menciptakan suasana yang sejuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, serta menjaga kekhusukan umat Islam saat menjalankan ibadah puasa,” tegasnya.

Menurut Aris, dirinya juga meminta aparat terkait yang ada di kabupaten/kota di Sumsel juga menggelar operasi serupa.  Sebagai bentuk penegakan Perda Nomor 16 Tahun 2018 dimana Pol PP Provinsi Sumsel merupakan koordinator wilayah bagi Kabupaten/kota di Sumsel.

“Pol PP Kabupaten/kota kita harapkan untuk menggelar operasi serupa  dengan melibatkan   instansi terkait,” tambahnya.

Dia menegaskan, operasi yang digelar merupakan bentuk sosialisasi dan pembinaan bagi tempat hiburan malam agar  ikut serta menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kekhusukan umat Islam saat menjalankan ibadah puasa.

“Dalam operasi yang kita lakukan malam ini (kemarin malam-red) ada  40 orang yang kita amankan karena  tidak dapat menunjukan kartu identitas. Bahkan ada diantaranya pasangan yang diduga bukan suami istri. Mereka kita amankan untuk didata dan diberikan pembinaan,” tandasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here