Operasi Zebra Musi Sasar Pengendara Motor Melawan Arus

43
Kasatlantas Polres OKI AKP Ricky Nugraha, SIk

Kayu Agung, SumselSatu.com

Kepolisian Resort Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Musi 2017, Rabu (1/11/2017) pagi. Apel dilaksanakan di halaman Mapolres OKI dipimpin langsung Wakapolres OKI Kompol Ihsan, SH, SIk, dan diikuti oleh unsur gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) .

Kasatlantas Polres OKI AKP Ricky Nugraha mengatakan, sasaran Operasi Zebra Musi 2017 difokuskan pada kendaaraan yang melawan arus karena ini perintah langsung dari Kapolri untuk menindak pengendara yang melawan arus. 

Namun, petugas juga tidak mengesampingkan pelanggaran-pelanggaran lainnya termasuk tidak menggunakan helm dan surat menyurat.

“Kita fokuskan di dalam kota dulu, baru ke Lintas Timur. Saat ini kita sudah membagi beberapa daerah yang rawan laka lantas,” ungkap AKP Ricky Nugraha.

Sementara dalam dalam amanat Kepala Kops Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs Royke Lumowa, MM, yang dibacakan Wakapolres OKI Kompol Ihsan mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukumg lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.

Dia menambahkan, data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2016 sejumlah 2.623 kejadian, mengalami penurunan 518 dibandingkan Operazi Zebra tahun 2015 dengan 3.141 kecelakaan. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia Operasi Zebra tahun 2016 sejumlah 649 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sejumlah 129 orang, dibandingkan tahun 2015 dengan jumlah 778 orang. 

“Untuk jumlah pelanggaran lalu lintas tahun 2016 sejumlah 356.101 pelanggaran dengan jumlah tilang sebanyak 228.989 lembar dan teguran sejumlah 127.112 lembar,” katanya.

Dikatakannya, mereka menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya, dalam hal ini menciptakan pemerintahan yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas).

Guna mengatasi permadalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcar Lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here