Pembangunan IPAL Sungai Selayur Telah Dimulai

65
IPAL----Suasana peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan IPAL Sungai Selayur, di Jalan Doktor Sutami, Kalidoni, Palembang, Kamis (2/11/2017). (FOTO: IST/HUMAS PEMPROV SUMSEL)

 

Palembang, SumselSatu.com

Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, telah dimulai. Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan IPAL, dilakukan di Jalan Doktor Sutami, Kalidoni, Kamis (2/11/2017). Pembangunan menggunakan dana hibah Pemerintah Australia.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, proses perjuangan hibah Pemerintah Australia ke Pemerintah Kota (Pemko) Palembang tersebut cukup panjang, yakni dimulai sejak 2012 lalu, melalui tahapan seleksi kota-kota di Indonesia.

Pembangunan IPAL, selain salah satu bentuk keseriusan Pemko Palembang menangani permasalahan limbah, juga memang sudah menjadi harapan masyarakat sejak lama.

“Kami sangat serius dalam menangani permasalahan limbah, khususnya limbah padat dari hilir sampai ke hulu Kota Palembang,” kata Harnojoyo.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengapresiasi Pemko Palembang karena telah berhasil mewujudkan pelaksanaan pembangunan IPAL yang menjadi prestasi tersendiri bagi Kota Palembang, karena didanai melalui hibah Pemerintah Pusat dan sebagian hibah dari Pemerintah Australia kepada Pemko Palembang. Pembangunan IPAL Sungai Selayur akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Tanah Air.

“Terima kasih kepada Walikota atas pembangunan ini. Proyek ini bernilai luar biasa, selain menciptakan lapangan kerja akan menjadikan masyarakat Kota Palembang bisa lebih sehat,” ujar Alex saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan IPAL Sungai Selayur.

Kata Alex, peletakan batu perama itu menjadi momen yang luar biasa, karena membuktikan bahwa Palembang bukan hanya kota besar dan kota metropolitan di atas kertas semata, melainkan kota yang telah memiliki fasilitas yang sangat luar biasa dibandingkan kota lain di Indonesia.

“Tahap I baru akan selesai tahun 2022, jadi ini cukup panjang, tapi di 2018 saya minta pengerjaan harus distop dulu karena ada Asian Games. Selama Asian Games tidak boleh ada pengerjaan proyek yang berlangsung karena dikhawatirkan akan mengotori Kota Palembang,” pinta Gubernur.

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan, dirinya telah mengetahui bahwa Provinsi Sumsel, khususnya Palembang saat ini tengah gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur. Nama Palembang, Sumsel, saat ini sudah cukup dikenal dunia.

Menurutnya, pembangunan IPAL tersebut merupakan permulaan yang sangat baik bagi lingkungan, sehingga diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, diantaranya memperbaiki kualitas air Sungai Musi serta mencukupi kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat Palembang.

“Saya berharap bersama Pemerintah Provinsi dan Kota Palembang dapat mewujudkan pembangunan ini sebagai contoh bagi kota lain di Indonesia, dan yang terpenting Australia memberikan kontribusi untuk pembangunan ini,” katanya.

Dirditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Sri Hartoyo mengatakan, pengelolaan air limbah menjadi salah satu program nasional yang target capaiannya cukup berat, karena memerlukan dana yang cukup besar. Melalui kerja keras bersama, baik Pemerintah Pusat maupun daerah diharapkan program tersebut dapat tercapai, salah satunya Kota Palembang.

“IPAL ini akan menjadi sebuah sistem sanitasi modern dan menjadi kebanggaan kita semua. Apalagi, Palembang menjadi satu-satunya kota yang terpilih mendapatkan hibah dari Pemerintah Australia. Semoga Palembang bisa menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia,” kata Sri. #ard

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here