Pemkot Palembang Fokus Tingkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Wisata Kuliner

81
Pjs Walikota Palembang saat membuka Sentra Kuliner Palembang, Sabtu (24/2/2018) malam.

Palembang, SumselSatu.com

Pemerintah Kota (Pemkot)  Palembang melalui dinas Pariwisata berencana menjadikan Palembang sebagai kota wisata kebudayaan dan kuliner.

Hal ini diungkapkan oleh Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib saat menikmati panganan olahan dari ikan dan seafood lainnya di Sentra Kuliner Palembang bersama istri tercinta dan pengunjung lainnya, Sabtu (24/2/2018) malam.

Fokus pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, menurutnya, adalah bagaimana Kota Palembang dapat menjadi magnet bagi penikmat makanan olahan ikan dan pecinta kebudayaan Indonesia, khususnya Sumatera Selatan.

“Kali ini kita utamakan panganan dari ikan dan hewan air lainnya yang bisa dikonsumsi untuk memikat wisatawan yang gemar makan ikan. Kita juga tampilkan berbagai kebudayaan yang ada di Kota Palembang dalam tajuk Culture Night Festival tiap pekannya,” ujarnya.

Sehingga, harap dia, Palembang bukan hanya dikenal di bidang olahraga saja, namun juga kuliner dan kulturnya.

“Apalagi Palembang didukung infrastruktur yang memadai, muncul destinasi wisata baru  yang mampu mengangkat ekonomi kerakyatan,” urainya.

Yang paling penting itu, pesan pria yang akrab disapa Najib ini, dijaga kebersihan dan kenyamanan serta keamanan pelancong. Sebab wisatawan itu, saat ini cenderung mencari lokasi wisata outdoor atau di luar ruangan.

Night Culinery baru di launching,  antusias masyarakat untuk berkunjung bersantai sembari menikmati kuliner di kawasan lorong basah,” ujarnya.

Dalam memenuhi pelayanan terhadap pengunjung, untuk kelengkapannya, sambung dia, pihaknya akan menambah penerangan, kursi, tong sampah dan sarana pelengkap lainnya.

“Nanti kita juga sediakan tempat penjualan suvenir lokal,” tukasnya.

Sementara saat disinggung mengenai kemacetan akibat banyaknya pengunjung Sentra Kuliner Palembang ini, Najib menjelaskan,  menghindari hal tersebut, pihaknya telah bekerjasama dengan Polresta Palembang dan pihak terkait lainnya untuk pengaturan lalu lintasnya.

“Sementara masih menggunakan jalur ini untuk kendaraan yang menuju Ampera. Nanti akan kita atur sedemikian rupa agar lalu lintasnya terjaga,” urainya.

Senada, Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang Aprizal Hasyim menambahkan totalnya di sini ada sembilan pedagang yang dikarenakan bangunannya memang hanya ada sembilan kios dan dua fasilitas toilet.

“Rencananya kita akan membangun Pasar Ikan Modern (PIM) setinggi dua tingkat pada bulan April untuk membantu persediaan bahan baku kuliner di sini,” singkatnya. #yud

Foto bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here