Pendistribusian Logistik Dibagi Lima Rute

65
Rapat koordinasi pengamanan logistik Pemilukada 2018 di Aula KPU Sumsel, Selasa (6/3/2018).

Palembang, SumselSatu.com

Rute distribusi logistik Pemilu Provinsi Sumsel dibagi 5 rute yakni Rute 1 meliputi OKUT, OKUS, OKU, Rute 2 (OKI , Ogan Ilir, Prabumulih dan PALI). Kemudian, Rute 3 (Palembang, Banyuasin, Muba) lalu Rute 4 (Muara Enim, Lahat, Pagar Alam) dan Rute 5 (Empat Lawang, Mura, Lubuklinggau, dan Muratara).

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPU Sumsel Aspahani dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Logistik Pemilukada 2018 di Aula KPU Sumsel, Selasa (6/3/2018).

Ketua KPU Provinsi Sumsel Aspahani mengatakan, hari ini dilaksanakan koordinasi untuk persoalan logistik Pemilukada. Logistik ini banyak macam tapi yang paling utama adalah kebutuhan di TPS yaitu bilik, kotak dan surat suara.

“Dari tiga logistik ini, kita fokuskan, jangan sampai ada keterlambatan. Sehingga mengganggu tahapan pencoblosan. Kami mengajak pihak kepolisian untuk ikut mengawal dari proses pencetakan di pabrik. Kemudian dari pabrik menuju Sumsel dan menuju kabupaten kota,” ujarnya.

Dari 5 rute yang dibuat, lanjut Aspahani, pihaknya berharap tanggal 4 Juni logistik itu sudah sampai di kabupaten/kota. Sehingga dari tanggal 4 sampai tanggal 27 itu ada waktu yang cukup untuk persiapan di kabupaten/kota.

“Kalaupun ada kendala terhadap faktor alam ataupun lokasi, kita bisa antisipasi. Yang pertama, kita tetap satuan pengiriman yaitu ke kabupaten/kota dulu. Tetapi semuanya itu sudah kita hitung untuk di daerah yang TPS terjauh kita butuh waktu kira-kira 5 hari. Maka sebelum 5 hari semua sudah sampai karena waktunya terbatas sekali,” bebernya.

Sementara itu, Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Drs Bambang Suminto menuturkan, mengenai pengamanan dari Polda dan Polres masing-masing punya tahapan pengamanan.

“Pengamanan dari percetakan nanti kita koordinasi ke Polres, termasuk penyimpanan dan pergeseran ke kabupaten/kota,” paparnya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 9800 anggota yang diterjunkan untuk Pemilukada serentak di Sumsel. Tapi untuk tahap kampanye mungkin hanya sekitar 6000-an.

“Personil yang diturunkan akan diperbanyak pada saat-saat tertentu, terutama daerah rawan konflik. Ada berapa titik kabupaten yang kita anggap paling rawan dari analisa kita yaitu Kabupaten Empat Lawang,” katanya.

Dia mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan polisi mulai dari percetakan hingga pendistribusian dan penyimpanan surat suara.

“Pengamanan kotak suara itu ada 3 gembok yang di pegang oleh KPU, Bawaslu dan polisi. Kotak suara dan bilik suara sasaran pengaman yang utama,” ucapnya.

Komisioner Bawaslu Sumsel Divisi Organisasi dan SDM Iin Irwanto menuturkan, pihaknya mengikuti yang dimaksud pengamanan. “Kita akan mengikuti strategi itu, tapi secara khusus kita akan bekerja sesuai dengan alat kerja pengawasan yang kita keluarkan sendiri. Artinya PPL kita ya pengawas TPS. Itu akan melekat dalam pengawasan dan pengaman logistik,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here