Penyaluran Rastra Dipercepat

94
Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel, Rosidin Hasan (Kanan) didampingi Kabid Penanganan dan Kemiskinan Dinas Sosial Sumsel, Adi Darmadi. (FOTO : SS1/Mardiansyah)

Palembang, SumselSatu.com

Guna memenuhi kebutuhan jelang Puasa dan Lebaran, sejumlah bantuan sosial yang diterima warga miskin bakal disalurkan lebih cepat. Jika sebelumnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima di tanggal 25 setiap bulannya, untuk penyaluran bulan Mei dan Juni bakal dipercepat.

Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel, Rosidin Hasan mengatakan, seperti program pembagian Beras Sejahtera (Rastra) akan di salurkan lebih cepat dari biasanya.

“Kalau kepastiannya tanggal berapa belum tahu. Masih menunggu instruksi pusat. Tapi, Presiden sudah memberikan statemen jika untuk penyaluran bantuan sosial bisa disegerakan untuk menyambut puasa dan Lebaran,” kata Rosidin saat dibincangi awak media, Sabtu (21/4/2018).

Rosidin menuturkan diharapkan dengan kebijakan tersebut, bisa meringankan warga miskin dalam memenuhi kebutuhannya. Di samping itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memfasilitasi penyaluran Rastra dan bantuan Sosial lainya agar bisa lebih cepat diterima KPM apalagi dalam mengahadapi bulan puasa.

“Peran pemerintah setempat cukup penting karena beberapa bantuan sosial hanya dibagikan di beberapa titik distribusi saja,” ujarnya.

Diterangkan Rosidin, jika distribusi rastra ke KPM saat ini terkendala pengangkutan dari titik distribusi ke KPM. Bulog sebagai lembaga penyalur hanya menyalurkan sampai ke titik distribusi. Sementara, dari titik distribusi ke KPM ditanggung oleh pemerintah kabupaten/kota. Hanya saja, sebagian Pemda belum menganggarkan biaya penyaluran rastra ke KPM.

Sementara itu, Kabid Penanganan dan Kemiskinan Dinas Sosial Sumsel, Adi Darmadi mengatakan, untuk jumlah KPM yang menerima rastra tahun ini sebanyak 461.538 KPM. Data tersebut saat ini sedang dilakukan evaluasi dan validasi mengingat basis data terpadu (BDT) yang digunakan untuk penyaluran rastra merupakan hasil pemuktahiran 2015.

“Datanya saat ini sedang dievaluasi. Mungkin saja, KPM sudah ada yang meninggal, pindah tempat tinggal ataupun sudah kaya. Jadi sedang divalidasi datanya untuk mendapatkan data real dan terupdate,” pungkasnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here