Penyelenggaraan Asian Games 2018 Ikut Terancam

64
Aksi demo yang dilakukan warga Tegal Binangun di depan kantor Gubernur.

Palembang, SumselSatu.com

Persoalan sengketa tapal batas di Tegal Binangun harus cepat diselesaikan dengan cara yang adil. Sebab jika tidak, warga 28 RT dan 5 RW di Tegal Binangun yang tidak ingin masuk wilayah Kabupaten Banyuasin, mengancam untuk bertindak anarkis pada penyelenggaraan Asian Games 2018.

Dalam orasinya di kantor Gubernur Sumsel, Senin (27/11/2017) sekitar pukul 10.30 WIB, ribuan warga mengajukan beberapa tuntutan, di antaranya meminta Pemkab Banyuasin tidak mengeluarkan statement yang memicu konflik berkaitan sengketa wilayah. Kemudian menghentikan semua aktivitas seperti kantor Kelurahan dan Puskesmas.

Koordinator Aksi Juli Kurniawan mengatakan masyarakat Tegal Binangun mengaku, dapatkan intimidasi dan ancaman dari pemerintah Banyuasin terkait permasalah wilayah di Tegal Binangun.

“Kami sangat kecewa dengan pernyataan bupati dan kasat Pol PP Banyuasian yang akan merazia KTP warga di sana,” kata Juli.

Menurut Juli, warga sudah dua tahun belakangan ini menunggu janji pemerintah yang akan menyelesaikan permasalahan sengketa wilayah ini.

“Sampai sekarang ini kami sudah tidak bisa menunggu lagi. Dalam waktu dekat harus ada keputusan agar kami segera masuk wilayah Palembang. Kalau tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan hentikan Asian Games nanti,” ujarnya.

Selain itu, dirinya dan peserta aksi unjuk rasa puas dengan pernyataan sikap pemerintah yang menandatangani  surat pernyataan tuntutan aksi peserta.

“Kami puas dengan hasil hari ini di mana pemerintah sudah menandatangani pernyataan kami,” ungkapnya.

Juli menambahkan, dirinya optimis warga Tegal Binangun masuk ke dalam wilayah Palembang setelah perwakilan pemerintah sudah menandatangani pernyataan sikap.

“Kami tidak akan  lagi menunggu hasil rapat besok yang dilakukan pemerintah. Dengan surat ini kami sudah optimis bahwa kami warga Palembang,” harapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Ahmad Najib yang mewakili Gubernur Sumsel turun langsung menemui rombongan pendemo. Najib meminta kepada masyarakat untuk menahan diri terkait permasalahan wilayah ini. Besok, Selasa (28/11/2017) pukul 09.00 WIB pemerintah akan melakukan rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) membahas permasalahan wilayah.

“Besok diadakan rapat membahas itu, dan saya juga sudah menandatangani pernyataan mereka. Kami meminta masyarakat untuk sabar menahan diri,” tukasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here