Palembang, SumselSatu.com
Sebanyak 4.000 anggota pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi se Indonesia mengikuti kegiatan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) ke V PGRI 2018. Dalam rapat tersebut, Pengurus PGRI pusat mengusulkan penerimaan CALON ASN guru dan pengangkatan guru honor.
Sekretaris PGRI Sumsel Lukman Haris mengatakan, dalam Konkernas ke V ini banyak sekali yang dibahas pimpinan pusat PGRI. Konkernas ini diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 4 Februari di Batam.
“Jumlah peserta Konkesnas ini sekitar 4.000 orang. Konkernas ini dihadiri Mendagri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Menpan,” ujarnya.
Lukman mengungkapkan, agenda pokok Konkernas ini adalah melaporkan kegiatan selama tahun 2017 dan rencana program kerja di tahun 2018.
“Kami membahas beberapa topik penting yakni masalah kekurangan guru, pengangkatan guru honor, dan sertifikasi yang sering terlambat. Terakhir masalah perlindungan guru, lantaran ada kasus guru dibunuh oleh siswanya sendiri,” ucap Lukman.
Dari semua topik dibahas, lanjut Lukman, yang bakal direalisasikan oleh Pemerintah ditahun ini mengenai penerimaan Calon ASN guru. Pasalnya, dalam 10 tahun ini Pemerintah belum membuka penerimaan Calon ASN guru. Sehingga berdampak pada kekurangan guru.
“Saat hadir di Konkernas ke V ini, Menpan berjanji akan membuka penerimaan Calon ASN guru. Untuk kuota kita belum mengetahui secara pasti. Tapi pengurus PGRI Pusat mengusulkan penerimaan CALON ASN guru tahun ini 250.000 orang di seluruh Indonesia. Rata-rata seluruh provinsi kebanyakan kekurangan guru SD,” bebernya.
Selain itu, kata Lukman, Ketua PGRI Pusat juga meminta pengangkatan guru honor menjadi Aparatur Sipil Negara, terutama para guru yang bertugas di daerah terpencil. “Jika ada pengangkatan guru honor kita utamakan yang mengabdi di daerah terpencil,” pungkasnya. #nti