Reses Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Daerah yang Responsif

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie. (FOTO: SS 1/IST).

OKUS, SumselSatu.com

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie, SE, MM, menegaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan bentuk tanggung jawab konstitusional legislatif untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi langsung di lapangan memberikan informasi faktual yang menjadi dasar penting dalam menyusun arah kebijakan pemerintah daerah.

​”Reses menjadi wadah komunikasi yang konstruktif antara DPRD dan masyarakat. Seluruh aspirasi yang diterima akan dianalisis dan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan program pembangunan serta penyelarasan kebijakan anggaran agar pelaksanaan pembangunan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andie Dinialdie.

​Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin langsung rangkaian Reses Masa Sidang VI Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Pulau Duku, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan (OKUS), Rabu (8/7/2026). Pertemuan ini merupakan salah satu dari delapan titik reses yang dilaksanakan secara berkelompok pada 3–10 Juli 2026 di wilayah OKU Selatan.

​Andie Dinialdie menambahkan bahwa tujuan utama dari reses ini adalah memperkuat fungsi representasi DPRD. Melalui penghimpunan dan pengawalan aspirasi dari bawah, DPRD Sumsel berkomitmen memastikan program pembangunan dan penetapan prioritas anggaran ke depan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

​Andie menjelaskan bahwa forum dialog terbuka ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang sangat efektif. Melalui kunjungan langsung, para wakil rakyat dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan di lapangan.

​”Seluruh aspirasi yang diterima akan dikaji sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD agar kebijakan daerah lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” katanya.

​Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, pemerintah kecamatan dan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, adat, serta pemuda. Hadir pula komite sekolah, tenaga pendidik, pelajar, perwakilan BUMN/BUMD, serta lembaga vertikal maupun nonvertikal yang antusias menyampaikan usulan dan harapan mereka demi kemajuan daerah. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here