Rita Devi Suhartoni Raih Penghargaan Figur Perempuan Berprestasi

65
Rita Devi Suhartoni Raih Penghargaan Figur Perempuan Berprestasi

Muratara, SumselSatu.com

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) periode 2016-2017, Rita Devi Suhartoni. Mendapatkan piagam penghargaan Citra Perempuan Penggerak Pembangunan Indonesia. Sebagai figur perempuan Indonesia berprestasi tahun 2017-2018.

Piagam penghargaan diberikan kepada istri wakil bupati (Wabup) Muratara, Devi Suhartoni, dalam even malam Anugerah Prestasi dan Pengabdian Tokoh Indonesia oleh Yayasan Penghargaan Indonesia dan Studio Seven Production.

Penghargaan disampaikan langsung oleh Anggota Senior DPR Republik Indonesia, Popong Otje Djunjungan, di Hotel Ibis Bandung, Jumat (2/2/2018).

Rita Devi Suhartoni mengatakan penghargaan ini tentunya sangat membahagiakan bagi pribadi dan masyarakat Muratara, dikarenakan karya kita dalam membangun dan membina PKK di Kabupaten Muratara dinilai selama ini di tingkat nasional.

“Penghargaan ini tak terlepas dari kerja keras anggota PKK baik di pokja masing-masing hingga tingkat kecamatan maupun desa. Dalam melaksanakan program PKK yang sudah dicanangkan,” tegas Rita.

Menurutnya, apa yang sudah dikerjakam TP PKK Kabupaten Muratara selama ini dinilai langsung oleh pusat. Sementara program yang dijalankan dirinya dan pengurus TP PKK konsen dalam dunia pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi kerakyatan.

Di bidang pendidikan. Dirinya mengembangkan ruang baca. Salah satunya di rumah dinas Wakil Bupati Musi Rawas Utara yang dinamakan rumah pintar.

Nah, dengan disediakan ruang baca tadi tidak ada jarak antara masyarakat dengan dirinya maupun dengan wabup sendiri, karena masyarakat dapat datang untuk membaca buku yang tersedia dan berinteraksi dengan pemimpinnya.

“Di sini juga cara kita dalam mendengar aspirasi mereka (masyarakat) yang datang dari berbagai kalangan dan wilayah Kabupaten Muratara. Semua, aspirasi mereka didengarkan dan dicarikan solusi penyelesaian,” jelas dia.

Selain itu, di bidang pendidikan lainnya dengan mengembangkan TK Paud di Kabupaten Muratara. Dalam rencananya akan ada TK Paud percontohan di Kabupaten Muratara. Di bidang kesehatan melalui TP PKK bekerjasama dengan Dinas Kesehatan membudayakan budaya hidup bersih melalu even Germas.

Dirinya dan pengurus TP PKK Muratara saat itu tidak segan-segan mendatangi masyarakat tidak mampu yang mengeluhkan masalah kesehatan.

Bahkan, pembukaan ruang informasi didapatkan dari kader tingkat desa ditampung. Lalu, dirinya bersama pengurus TP PKK turun ke lapangan membantu agar berobat ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Rita menjelaskan di bidang ekonomi kerakyatan. TP PKK menggerakan ekonomi masyarakat dengan usaha kecil yang dimiliki pamerkan dan dipromosikan di tingkat nasional. Salah satunya sirup jeruk dari Kecamatan Karang Jaya. Dan inovasi dan kreativitas yang dikembangkan TP PKK Muratara mengembakan bank sampah.

Semoga nanti bisa dilanjutkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Semua keberhasilan yang dilakukan oleh pengurus TP PKK Kabupaten Muratara. Berkat binaan Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin. Bimbingan dan pembinaan yang diberikan kepada TP PKK Kabupaten Muratara sehingga maju dan sejajar dengan kabupaten/kota lainnya di provinsi Sumsel,” ujar Rita.

Dia menambahkan dirinya dan pengurus TP PKK Muratara senantiasa berinteraksi dengan Ketua TP PKK Provinsi Sumsel. Beliau sangat terbuka dan membantu pengurus TP PKK Muratara untuk melaksanakan program yang diemban membantu dan berperan aktif bersama pemerintah daerah melakukan pembangunan bagi masyarakat kabupaten Muratara.

Sementara itu, Ketua Yayasan Penghargaan Indonesia, Harry Rachman mengatakan dalam era reformasi sekarang ini, tidak lagi semakin dibutuhkannya tokoh-tokoh panutan bagi generasi muda Indonesia.

Sosok tokoh panutan itu semakin dirasakan perlu lagi dengan semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, suatu hal yang mengakibatkan. Seperti globalisasi informasi dan komunikasi, termasuk gencarnya pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia melalui media informasi dan komunikasi.

“Tujuannya generasi muda tidak mengalami Gegar Budaya diperlukan adanya tokoh panutan yang bisa menjadi idola dalam pengertian positif. Sejalan dengan kehendak Negara Indonesia yang harus diisi oleh manusia yang Pancasilais. Berkualitas, Kreatif, Inovatif dan mampu menghasilkan prestasi sesuai bidang masing – masing,” jelas Harry Rachman.

Dia menambahkan dengan adanya hal tersebut maka pemikiran Yayasan Penghargaan Indonesia mencoba memberikan alternatif tokoh panutan yang patut dicontoh. Salah satunya Hj Rita Devi Sudartoni yang sudah banyak kiprahnya untuk membangun Kabupaten Muratara. #gkr/ril

TERIMA—Rita Devi Suhartoni (kiri) saat menerima piagam penghargaan Citra Perempuan Penggerak Pembangunan Indonesia, dari Yayasan Penghargaan Indonesia dan Studio Seven Production

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here