Selamatkan Danau Ranau dari Pencemaran dan Pendangkalan

73
INDAH ---- Seorang pengunjung yang tengah berwisata ke Dana Ranau mengabadikan indahnya panorama danau. (FOTO: SS1/AMA)

Palembang, SumselSatu.com

Danau Ranau di Kabupaten OKU Selatan menjadi salah satu sumber air darat yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia berupaya menyelamatkan danau cantik ini dari ancaman pencemaran dan pendangkalan.

“Danau Ranau perlu diselamatkan demi ketersediaan air darat, supaya tidak mengalir ke laut saat hujan. Serta saat kemarau tidak terjadi pendangkalan,” kata Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat KLHK, Ir Sakti Hadengganan, saat diwawancarai di sela rapat bersama pihak Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Musi, KLHK, di Palembang, Kamis (21/2/2019).

Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir Sakti Hadengganan (tengah). (FOTO: SS1/YANTI)

Sakti Hadeng menambahkan, sangat banyak kegunaan air, bahkan dalam kehidupan air menjadi kebutuhan yang begitu penting. Untuk mencapai target ketahanan pangan pun membutuhkan air, termasuk energi terbarukan yang tentunya harus ada ketersediaan air.

Guna menyelamatkan sekaligus mengoptimalkan fungsi danau, KLHK akan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Danau Ranau. Pembentukan pokja ini melibatkan berbagai instansi.

“Kita mulai dari perencanaan terpadu. Jadi tugas di pokja ini menyusun perencanaan terpadu. Tujuannya agar tidak terjadi pendangkalan dan pencemaran Danau Ranau,” kata Sakti.

Ke depan, KLHK RI berharap kapasitas Danau Ranau tidak berkurang. Apalagi air Danau Ranau berasal dari berbagai sungai.

“Danau Ranau juga bisa menjadi sumber air baku untuk perusahaan air minum, pembangkit listrik, irigasi, dan untuk keperluan ketahanan pangan,” tambahnya.

Melalui pokja ini, lanjut Sakti, pihaknya berharap saat hujan air Danau Ranau tidak mengalir ke laut namun juga tidak mengakibatkan banjir, dan saat kemarau tidak terjadi pendangkalan.

Bicara masalah Danau Ranau, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Musi, Siswo menambahkan, tugasnya adalah membuat pengelolaan Danau Ranau. Di sini pokjanya sudah terbentuk. Melalui rapat ini dirumuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Siswo menjelaskan, kondisi Danau Ranau saat ini banyak terdapat sampah plastik dan terjadi erosi yang bisa memicu pendangkalan. “Di Indonesia ada 30 danau yang menjadi prioritas dibentuk pokja. Untuk di Sumsel adalah Danau Ranau, karena Danau Ranau memiliki kapasitas air yang sangat besar,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here