Sidak, Bupati OKU Marah dan Lempar Dagangan Pedagang, Apa Sebab?

70
Rombongan sidak yang dipimpin Bupati OKU, Kuryana Aziz.

Baturaja, SumselSatu.com

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Azis marah besar alias “mengamuk” di tengah hiruk pikuk aktivitas warga di Pasar Atas Baturaja, Rabu pagi (13/12/2017).

Mengamuknya orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang tersebut lantaran saat dia melakukan pantauan harga pasar dan stok pangan di pasar ini, mendapati sejumlah pedagang ikan dan pakaian menggelar dagangannya di badan jalan.

Kondisi jalan utama di tengah pasar yang dimanfaatkan pedagang berjualan membuat sempit arus lalu lalang. Di samping itu juga merusak keindahan, karena kabupaten ini belum lama mendapat anugerah Presiden RI berupa piala Adipura, sebagai supremasi kota kecil terbersih.

Sapo yang nyuruh jualan di tengah jalan. Angkut-angkut pindah ke pucuk. Wong mano kamu ini? Sudah sering aku pantau dan larang tapi masih be bandel,” kata Bupati Kuryana dengan nada tinggi.

Pedagang yang kena “semprot” pagi hari tersebut adalah pedagang ikan yang langsung mengangkut ikan-ikannya ke los milik mereka sebenarnya di bagian atas.

Tidak berhenti sampai di situ, kemarahan bupati pun makin panjang saat melihat jalan dan got kotor oleh sampah. Kali ini yang kena semprot adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Kuryana makin emosi saat mencari pejabat Dinas PU dan Tata Ruang tidak satu pun ikut mengiringi sidaknya bersama Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari.

Demikian juga Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten OKU Agus Salim. Tak luput dari “pencarian” bupati.

“Mano pejabat PU. Siring ini kotor. Panggil yang gaweke proyek ini, suruh rapikan dan bersihkan,”

Mano Kasat Pol PP. Makmano ini pedagang masih bae jualan di badan jalan. Tegas dikit bila perlu angkut dan sidangkan. ‘Kan sudah ado perdanyo,” bupati panjang lebar meluapkan emosinya.

Sudah berhentikah marah bupati setelah tak melihat muka dua pejabat yang dicarinya tadi? Ternyata belum. Bupati Kuryana kembali menemukan pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan. Sedangkan mereka memiliki kios untuk berjualan pada tempatnya.

Kuryana pun meminta mereka memasukkan dagangannya ke dalam kios sambil mengingatkan aturan-aturan yang ada di pasar. Sayangnya, pedagang hanya mendengar saja permintaan Kuryana tanpa bergerak buru-buru memindahkan dagangannya.

“Pol PP angkut saja dagangan mereka. Ini bupati yang minta berdagang pada tempat yang sebenarnya tapi malah tidak bergerak. Nah ini, pakaian ini digantung-gantung di luar, masukkan,” emosi bupati makin meninggi.

Karena belum juga bergerak memindahkan dagangannya, bupati pun menyambar sebuah pakaian yang dipajang dan dilemparkannya ke bawah.

Barulah pedagang pakaian ini bergegas memberesi dagangannya untuk di masukkan ke dalam kios miliknya.

Sidak tersebut dilakukan Bupati OKU bersama Kapolres untuk mengetahui ketersediaan stok pangan (bahan pokok). Namun karena saat melihat kondisi pasar yang banyak pedagang membandel, suasana sidak pun menjadi sangat tegang.

Namun demikian bupati masih terus melanjutkan sidaknya dan bertanya kepada para pedagang. Diketahui, para pedagang sayur mayur, daging, ayam dan sembako mengakui ada sedikit kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kalau harga ada naik sedikit Pak. Ya antara Rp 1000 sampai Rp 2000,” jelas Iwan, pedagang sayur mayur.

Sementara itu, Kapolres OKU mengaku sedikit terkejut dengan harga bawang merah dan bawang putih yang dijual pedagang.

“Stok pangan atau sembako menjelang Natal dan Tahun Baru di Kabupaten OKU cukup dan aman. Tapi saya cukup kaget ternyata di OKU harga bawang merah dan bawang putih dijual Rp 20.000 per kilo. Itu murah. Daging pun masih dijual terjangkau Rp 80.000 per kilonya,” jelas Kapolres AKBP Wida. #ori 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here