Supriono : Hargai Para Petani di Kabupaten Banyuasin

61
Supriono

Banyuasin, SumselSatu.com

Bupati Banyuasin SA Supriono mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Banyuasin termasuk para PNS dilingkup Pemkab Banyuasin untuk menghargai para petani, caranya dengan membeli dan mengonsumsi beras, buah dan sayuran hasil produksi petani-petani lokal Banyuasin.

“Hargai petani dengan mencintai produk dalam negeri khususnya produk lokal Banyuasin,“ kata Supriono saat melaunching Pasar Sahabat Petani di halaman Gedung A Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, Senin (2/4/2018).

Dijelaskan Supriono, pasar sahabat petani ini merupakan momen gerakan kebangkitan ekonomi petani Banyuasin. Maka belilah beras yang ada di sentra-sentra beras yang ada di Kabupaten Banyuasin.

“Jangan takut makan beras yang ada kutunya, biasa beras seperti ini tidak ada pengawetnya. Jadi produk asli petani itu sehat. Setahu saya belum ada penelitian kutu beras membunuh. Jadi belilah produk lokal karena ini ada efek domino bagi petani,“ tegasnya.

Kalau zaman dulu, terang Supriono, tajin beras itu diberikan para orang tua untuk anak-anaknya, sehat mereka. Yang jadi Bupati, Kapolres, Dandim banyak gara-gara makan tajin beras. ”Kalau kamu beli beras di Mal itu belum tentu sehat. Putih, pulen memang tapi pengawetnya banyak,“ jelas dia.

“Jadi beras kutu itu katik pengawet, cuma kito bae cak gengsi. Padahal itu nasi alami katik pengawet, sehat,“ sambung mantan Inspektorat Banyuasin ini.

Supriono mengapresiasi acara pasar sahabat petani ini. Dirinya menghimbau seluruh masyarakat Banyuasin termasuk PNS di lingkup Pemkab Banyuasim untuk membeli produk pertanian lokal Banyuasin.

“Saya apresiasi acara ini, ini momen gerakan ekonomi petani. Mari kita hargai petani dengan membeli produk dalam negeri, produk lokal Banyuasin,“ pinta dia.

Supriono juga mengingatkan dunia Pertanian harus berinovasi. Manfaatkan ruang sempit untuk bertanaman.

”Malulah dengan monyet, monyet idak pernah makan buah impor. Kalau kito bangga nian makan buah impor. Ayo mulai sekarang cintai produk dalam negeri, cintai produk lokal Banyuasin, PNS Banyuasin harus beli beras jalur,“ tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Banyuasin Ir Babul Ibrahim mengatakan, di-launchingnya pasar sahabat petani ini sebagai upaya Pemkab Banyuasin untuk memberikan ruang kepada pelaku usaha khusus pelaku utama kelompok tani, Petani dan Gapoktan untuk memperkenalkan produk-produk andalan mereka menujuh jiwa kewirausahaan.

”Kami ingin memfasilitasi, mempertemukan antara produksen dan konsumen, baik di bidang produksi sarana pertanian dan produk pertanian. Tujuannya mendekatkan para petani dengan konsumen. Karena semakin panjang rantai maka makin sedikit yang diterima petani,“ tutur dia.

Dikatakan Babul, pasar sahabat petani ini akan dilaksanakan dua hari, 2-3 April. Namun kedepan dirancang akan digelar setiap awal bulan dengan sasaran masyarakat Kota Pangkalan Balai dan PNS di lingkup Pemkab Banyuasin.

“Ke depan, pasar sahabat petani ini akan digelar setiap awal bulan, target utama kita PNS dilingkup Pemkab Banyuasin,” jelas dia.

Fasilitas yang disediakan berjumlah 23 tenda berasal dari CSR Perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Banyuasin. Sedikitnya ada 26 perusahaan yang berpartisipasi.

“Di Pasar Sahabat Petani ini, kami sediakan 11 ton beras dibawa harga pasar. Di pasar Pangkalan Balai harga beras berkisar Rp 10.000-11.000 perkilogram. Beras jalur yang kami jual ini hanya Rp 9000 perkilo,“ katanya seraya menyebut ada juga beras merah, pandan wangi dan ketan. #fri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here