Tekad Pemuda Selangit Ajak Petani Produksi Kopi Berkualitas

41
KOPI----Seorang perempuan tengah melihat buah koip di kebun kopi di Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura. (FOTO: SS1/HENGKY C AGOES)

KOPI Indonesia bercitarasa tinggi sudah terkenal di dunia. Berbagai jenis kopi ada di Tanah Air. Di Provinsi Sumatera Selatan, terdapat berbagai kopi yang terkenal, seperti Kopi Pagar Alam, Kopi Semendo, dan Kopi Selangit.

Kopi Selangit dari Kabupaten Musi Rawas (Mura) memang belum banyak dikenal masyarakat. Namun, seiring waktu dan kemajuan pengolahan biji kopi yang dilakukan, akhirnya Kopi Selangit dikenal dan dinikmati para pencinta kopi.

Tekad memperkenalkan Kopi Selangit dan meningkatkan ekonomi para petani kopi, membuat pemuda-pemudi Kelurahan Selangit bersemangat membentuk usaha kecil dan menengah (UKM) dan diberi nama Uma Inovasi Selangit (UIS).

“Kami dirikan UKM Uma Inovasi Selangit, UIS, agar para petani kopi Selangit mampu menghasilkan Kopi Selangit yang bermutu dan bernilai ekonomi tinggi, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual kembali. Tidak lagi menjual biji kopi utuh seperti yang selama ini dilakukan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Yanuar, Pendiri UIS, Minggu (4/8/2019).

Para pemuda di UIS secara bertahap belajar mengenai Kopi Selangit yang yang diperoleh dari orangtua dan sekaligus petani kopi di lokasi pemukiman masing-masing. Mulai dari pemilihan biji kopi yang bagus untuk diolah menjadi bubuk kopi, proses penjemuran, penumbukan, sangria, hingga penyaringan bubuk kopi. Semua dilakukan secara tradisional seperti petani kopi Selangit lainnya, di UIS.

Berkat kegigihan, ketekunan, dan kesabaran yang dilakukan, akhirnya para pemuda UIS mampu menghasilkan produk bubuk Kopi Selangit yang berkualitas tinggi, mulai dari Kopi Luwak Liar, Espresso Selangit, Cappucino, dan kopi lainnya. Dengan kreativitas lainnya diciptakan pewangi mobil dari Kopi Selangit dan gelang biji Kopi Selangit.

Kreativitas dan kemajuan pengolahan Kopi Selangit yang diproduksi pemuda di UIS belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Karena, pengolahan Kopi Selangit masih secara tradisional. Alhasil produksi yang dihasilkan masih dalam jumlah terbatas.

Potensi pemuda di UIS untuk memajukan Kopi Selangit disambut baik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dengan membentuk mitra binaan UKM melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR).

Para pemuda mendapatkan pembinaan, pelatihan, dan pembelajaran meningkatkan produksi Kopi Selangit. Dari cara tradisional menjadi modern dengan menggunakan teknologi. Sejumlah peralatan produksi mulai digulirkan PT PEP Asset 2 Pendopo Field, seperti mesin pengoreng kopi (roasting).

“Dengan pembinaan dari PT PEP Asset 2 Pendopo Field, akhirnya tekad dan semangat memajukan Kopi Selangit menjadi besar dengan membuka Cafe 11:11 Eleven Cafe di Kota Lubuk Linggau. Apresiasi juga diberikan Bupati Mura Hendra Gunawan dan organisasi perangkat daerah, OPD, terkait untuk membuka cafe Kopi Selangit di sekitar Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau,” kata Yanuar.

Legal & Relation Assistant Manager PT PEP Asset 2 Pendopo Field R Ferry Prasetyo Wibowo didampingi CSR Staff, Yogi Banavinto mengatakan, Program CSR yang digulirkan merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Baik bina lingkungan dan program kemitraan.

“Kami mendengar dan merasakan ada hasil perkebunan dari Kabupaten Mura, yakni Kopi Selangit. Setelah dilakukan penelusuran dijumpai para pemuda dari Kelurahan Selangit, Kecamatan Selangit, yang mendirikan UKM Uma Inovasi Selangit yang bertujuan memperkenalkan Kopi Selangit, tidak hanya di Kabupaten Mura, Kota Lubuk Linggau, dan Kabupaten Muratara, melainkan tingkat Provinsi Sumsel, nasional, dan internasional,” ujar Ferry.

Keinginan besar para pemuda dan Pemerintah Kecamatan Selangit, kata Ferry, membuat UIS dijadikan salah satu mitra binaan Asset 2 Pendopo Field. Berbagai pembinaan dilakukan berkesinambungan dan penyaluran peralatan pengolahan biji kopi dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas Kopi Selangit.

“Dengan produksi yang besar nantinya mampu memenuhi kebutuhan pasar akan Kopi Selangit. Sehingga, masyarakat dengan mudah mendapatkan, menikmati dan menjadikan Kopi Selangit sebagai produk cinderamata. Dimana, siapapun mereka datang ke Kabupaten Mura telah menikmati dan membawa oleh-oleh Kopi Selangit,” kata Ferry.

Camat Selangit Rusana Mulawati mengatakan, pembinaan petani Kopi Selangit telah dilakukan Pemkab Mura melalui OPD terkait secara berkesinambungan. Ada tiga UKM yang mendapatkan pembinaan dan UIS para pemuda merupakan UKM pertama yang langsung menjadi mitra binaan BUMN PT PEP Asset 2 Pendopo Field.

“Kami bangga Pertamina Asset 2 Pendopo Field menjadikan UIS salah satu mitra binaannya. Harapan kami produksi Kopi Selangit terus meningkat dan petani kopi tidak lagi menjual biji kopi seperti selama ini. Petani lebih cerdas dan menghasilkan biji Kopi Selangit yang bernilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual kembali,” kata Rusana.

Dia menambahkan, kemitraan yang dilakukan Pertamina Asset 2 Pendopo Field dengan UIS lebih memperkenalkan cita rasa Kopi Selangit. Tidak hanya di kalangan domestik, melainkan taraf internasional. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here