Tercatat 220 Ribu Warga Negara Indonesia Terkena HIV/AIDS

29
HARI AIDS SEDUNIA---Peserta peringatan puncak acara Hari AIDS Sedunia 2017, berfoto bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Griya Agung, Palembang, Selasa (5/12/2017). (FOTO: IST/HUMAS PEMPROV SUMSEL)

Palembang, SumselSatu.com

Dr Mohamad Subuh, MD, MPPM, Direktur Direktorat Jenderal (Dirditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), menyampaikan, hingga November 2017, tercatat 220 ribu orang menderita karena terkena HIV/AIDS.

Dia menerangkan,  78% penderita disebabkan karena hubungan heteroseksual, selebihnya 16-17% karena Napza suntik. sisanya penularan ibu ke anak, dari suami ke istri, dan sebagainya. Persentase pengidap terbanyak pada saat ini adalah ibu rumah tangga. Peningkatannya dari 0,75% menjadi sekitar 2%.

“Iibu rumah tangga golongan yang kurang bisa terlindungi, oleh sebabnya berprilakulah seks yang sehat. Jadi artinya kalau heteroseksual harus dilindungi harus memakai pengaman. Untuk pengobatan, BPJS melayani perawatan, sedangkan untuk obat-obatan di-cover oleh  Kementerian Kesehatan,” ujar Subuh, pada puncak acara penyelenggaraan Hari AIDS Sedunia 2017, di Griya Agung, Palembang, Selasa (5/12/2017).

Kata Subuh, pihaknya meningkatkan pelayanan mendeteksi sejak dini. “Kami punya standar bahwa inilah angka sebenarnya di Indonesia. Tahun ini melakukan pemeriksaan sebanyak 7,5 juta orang. Tahun 2018 ke depan melakukan kurang lebih 10 juta orang,” katanya.

Dikatakannya, stigma yang paling mengganggu program terdapat tiga macam, diantaranya stigma dari ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) itu sendiri.

“Kalau ODHA-nya sendiri tidak mampu mengakui mengidap AIDS maka akan sulit, penularannya akan sangat cepat. Untuk menghilangkan stigma ini dengan berani memeriksakan diri dan mengakui merupakan langkah awal yang harus dilakukan,” katanya.

Yang kedua, kalau masyarakat mengucilkan dan menyampingkan ODHA, penularan akan cepat dan terus terjadi. Terakhir, stigma dari stakeholder.

“Saya kira tiga stigma ini yang terus diperbaiki,  digiatkan dengan baik, makanya saya titip sama gubernur (Alex Noerdin-red),” katanya.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengucapkan Selamat Hari AIDS International dan secara nasional dipusatkan di Provinsi Sumsel.

“Selamat datang di provinsi tuan rumah Asian Games, sudah menjadi program kami sejak dulu kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja. Tidak boleh di provinsi tuan rumah Asian Games masyarakatnya tidak sehat,” kata Alex.

Alex mengapresiasi kegiatan yang dapat menghadirkan nilai positif bagi kehidupan. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak perlu takut dalam mendeteksi sedini mungkin dengan melakukan tes 90.90.90 untuk kehidupan ke depan yang terjamin.

“Silakan deteksi sedini mungkin, jangan takut. Sesuai tema Kita Bisa, Kita Sehat,” kata Alex.

Pada kegiatan dilakukan pelepasan balon ke udara sebagai tanda telah dicanangkannya program jalur tepat 90-90-90, yakni program yang dapat menekan penyebaran virus HIV/AIDS. Metode itu mengelompokkan bagaimana cara  menemukan, mengobati, mempertahankan. Artinya, 90 persen mereka yang terinfeksi akan menyadari statusnya. Kemudian, 90 persen orang dengan HIV mendapatkan akses layanan dan pengobatan, dan 90 persen ODHA mempertahankan pengobatan dan dukungan ARV (Anti Retro Viral). #ard

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here