Tim Ahli Usulkan Sekolah Tetap Libur

32
RAPAT-----Suasana rapat persiapan rencana tatap muka pembelajaran di era new normal Covid-19, di Ruang Rapat Disdik Sumsel, Palembang, Senin (28/12/2020). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Tim Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, agar menunda rencana melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. dengan demikian sekolah tetap libur dan kegiatan belajar mengajar masih melalui jaringan internet.

“Rekomendasi dari Tim Ahli Covid-19, sebaiknya pembelajaran tatap muka ditunda. Apalagi dari SKB empat menteri menyerahkan untuk pembelajaran siswa di sekolah itu ke kepala daerah dan harus persetujuan orangtua,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib.

Najib menyampaikan hal itu usai rapat persiapan rencana tatap muka pembelajaran di era new normal Covid-19, di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Sumsel, Palembang, Senin (28/12/2020).

Sebelumnya Najib menyampaikan, Tim Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel melihat masih tingginya kasus Covid di Sumsel.

“Rapat ini kami mendengarkan semua aspek. Namun yang paling penting itu kesehatan diutamakan,” kata Najib.

Najib mengatakan, pihaknya tidak akan tergesa-gesa dan gegabah dalam memutuskan melaksanakan kegiatan belajar mengajar langsung tatap muka di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel Riza Fahlevi menyampaikan, rapat dilakukan dengan berbagai pihak terkait.

“Melibatkan KPAI, Pusat Kajian Pendidikan Sumsel, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dan Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19. Dari hasil rapat, Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 memberikan masukan agar pembelajaran tatap muka ditunda,” ujar Riza.

Namun, Riza mengatakan, untuk kabupaten/kota yang kasus covidnya sudah turun, boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka apabila sarana dan prasarana di sekolah sudah lengkap. Selain itu, pembelajaran tatap muka harus ada izin dari orang tua.

Kadisdik Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, Palembang masih zona merah covid. Ada beberapa kelurahan yang kasus covidnya cukup tinggi.

“Resiko penyebaran Covid-19 ini masih tinggi. Sehingga 96 persen untuk PAUD, SD, dan SMP Negeri dan Swasta belum siap membuka sekolah,” katanya.

Kata Zulinto, ada beberapa sekolah yang siap membuka sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka, yakni dua TK, serta SD dan SMP Al Furqon dan Muhammadiyah.

“Sekolah yang mencoba membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka kami akan cek, apakah benar-benar siap sarana dan prasarana untuk menerapkan protokol kesehatan, termasuk kelas-kelasnya akan kami cek,” kata Zulinto. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here