Timbulkan Kemacetan, Asmara Subuh akan Ditertibkan

77
Asmara subuh di Ampera

Palembang, Sumselsatu.com – Pasangan muda-mudi yang memadu kasih setelah sahur atau Salat Subuh selama Ramadhan atau biasa dikenal dengan asmara subuh akan menjadi agenda polisi untuk ditertibkan.

Selain dinilai melanggar norma agama dan sosial serta menodai kesucian Ramadhan, asmara subuh juga berpotensi menimbulkan kemacetan dan juga tindakan kriminal lainnya.

“Dari data yang ada, anak-anak muda senang melakukan asmara subuh dan ngabuburit.

Asmara subuh terutama, berpotensi menyebabkan kemacetan, tawuran, hipnotis dan C 3 (curat, curas curanmor-red), jadi akan ditertibkan,” kata Kapolresta Palembang Kombespol Wahyu Bintono Hari Bawono, Senin (22/5/2017).

Menurut Kapolresta, ada beberapa lokasi favorit muda-mudi saat asmara subuh dan ngabuburit seperti Benteng Kuto Besak (BKB), Danau OPI, Bundaran Parameswara Jakabaring, Kambang Iwak Besar, Kambang Iwak Kecil (Masjid Taqwa), Jembatan Ampera, Jakabaring, dan Taman Polda.

Sementara Polda Sumsel selama Ramadhan, terus melakukan peningkatan kegiatan kepolisian, seperti peningkatan patroli dan razia di tempat-tempat rawan kejahatan. Termasuk mengimbau agar ormas-ormas untuk tidak melakukan sweeping selama Ramadhan.

“Ormas tidak boleh melakukan sweeping atau main hakim sendiri karena meresahkan masyarakat. Jika ada yang melakukan akan saya tindak dengan aturan yang berlaku. Selama Ramadhan, kita harus menciptakan situasi yang kondusif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” timpal Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto.
(Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here