
Palembang, SumselSatu.com
Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Dr Ir Anis Saggaf mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unsri masuk bursa internasional atau dunia (go international).
Kurikulum pada program studi (Prodi) tersebut harus dibenahi dan berbasis manfaat (outcome).
“Salah satu langkah menuju internasionalisasi adalah dengan melakukan rehabilitasi kurikulum, sehingga disesuaikan dengan keperluan. Jadi kurikulum itu berbasis outcome, sehingga sarjana yang telah menyelesaikan pendidikannya dimanfaatkan orang atau membuka usaha sendiri,” ujar Anis dalam kegiatan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) ‘Profil Profesional Mandiri Lulusan Teknik Kimia Unsri’, di salah satu hotel di Palembang, Sabtu (13/7/2019) lalu.
Selain kurikulum, kata Anis, untuk menuju internasional wajib ada link (sambungan/koneksi) alumni dan dunia industri. Karena itu, kata Anis, Ikatan Alumni Teknik Kimia (IATEK) Unsri yang menggelar diskusi mengundang alumni dan pemangku kepentingan (stakeholder) di dunia industri.
“Mereka memanggil stakeholder dari dunia industry, tapi dari alumni. Sehingga dapat benang merahnya. Banyak alumni berikan masukan. Ada alumni pengusaha, bagaimana limbah jadi industri. Mudah-mudahan dengan adanya dua atau tiga ketemu, kurikulumnya jadi, akreditasinya internasional,” kata Anis.
“Saya optimis Teknik Kimia dan Sipil bisa. Dan prodi ini bisa menjadi contoh bagi prodi lainnya,” tambah Anis.
Sebelumnya, Anis mengatakan, IATEK Unsri sangat responsif dengan program yang dipaparkannya sebagai calon Rektor Unsri.
“Mereka mengadakan musyawarah untuk membawa Teknik Kimia ke internasional. Ini merupakan salah satu langkah Teknik Kimia dalam menuju internasionalisasi. Supaya Unsri semakin besar. Teknik Kimia dan Teknik Sipil yang siap untuk internasionalisasi,” katanya.
Anis juga menyampaikan, pada 2025 Unsri menuju jenjang awal world class (kelas dunia).
“Siapapun rektornya 2025-2045, ketika 100 tahun Indonesia merdeka, Unsri harus sudah world class. Saya bersyukur semua support, termasuk dari Teknik Kimia,” kata Anis.
Ketua IKA Unsri Dr Agung Firman Sampurna, SE, MSi, mengatakan, pendidikan bukan hanya dilihat dari aspek prosesnya saja, tetapi juga hasil pendidikan.
“Setelah mahasiswa selesaikan pendidikannya. Ikatan alumni punya peran dan peningkatan membuka link industri yang akan menggunakan kompetensi atau kemampuan lulusan ini,” kata Agung.
Pasalnya, kata Agung, di era revolusi industri 4.0, tidak hanya dituntut kemampuan dasar. Tapi juga kemampuan aplikasi, teknologi, dan informasi.
“Itu perlu dijembatani. Sarana menggabungkan dunia akademik dan industri. Peran alumni itu, kami pengen jadi sarana memertemukan seluruh alumni, memberikan informasi. Saling menguatkan, memberikan manfaat kepada sesama alumni dan lulusan,” kata Agung. #nti