Walikota Palembang Mendapat Gelar Adat Cek Harno

33
Walikota Harnojoyo saat menerima gelar adat.

Palembang, SumselSatu.com

Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan terus menjalin komunikasi yang baik ke seluruh tokoh masyarakat, agama dalam wadah rembug adat guna menyukseskan asian games 2018 mendatang. Dengan membuka ruang musyawarah peranserta semua eleman wajib melestarikan adat budaya Palembang.

Walikota Palembang H Harnojoyo mengatakan, rembug adat ini adalah salah satu jembatan komunikasi antar pemangku adat kota Palembang ke Pemerintah guna memberikan solusi dan masukan dalam membangun kota Palembang dan budaya Palembang nian.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih atas pemberian gelas Cek kepada saya dengan sebutan Cek Harno. Sebenarnya berdasarkan sejarah memang pada dasarnya saya keturunan wong Palembang. Meskipun baru pertama kali acara ini dilakukan, namun kedepan nanti dilakukan secara rutinitas bahkan dimasukan ke Perwali,” ungkapnya.

Lanjutnya, mengenai pakaian, ia sangat sepakat untuk diwajibkan pakaian ini pada hari Jumat dan dimasukan ke kurikulum pendidikan, jadi menurutnya pakaian khas ini jangan dihilangkan.

Alimudin Halim, ketua Rembuk Adat kota Palembang. Kegiatan budaya kota kita ini harus menjadi suatu kebiasaan dengan memopulerkan panggilan untuk sebutan khas Palembang dengan sebutan Cek. Kemudian pada hari Jumat diwajibkan kepada instansi Pemerintah menggunakan baju khas adat kota Palembang.

“Alhamdulilah secara langsung kami memberikan gelar Bapak H Harnojoyo dengan sebutan Cek Harnojoyo (Cek Arno) dari pemangku adat kota Palembang. Selain itu juga dengan diberikannya gelar tersebut, kami memberikan tanjak sebagai tanda kehormatan atas diberikannya gelar tersebut. Selain itu juga dalam kesungguhan menjaga budaya dan pelestarian kota Palembang, kami secara langsung menduku semua program Palemban Emas 2018,” jelasnya usai pemberian gelar Rabu (20/12/2017), di Ballroom Attyasa.

Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh, ini merupakan suatu kegiatan di mana ketua adat dan Pemerintah saling membuka dan menerima masukan guna mencapai pelestarian kota kita.

“Kita sangat mengharapkan sekali, di era perkembangan zaman yang kian maju ini tidak memudarkan khasana khas asli budaya Palembang. Seperti halnya bahasa asli wong kito benar-benar harus menjadi identitas Wong Kito tentunya. Dalam hal ini juga kegitan ini bisa memacuh generasi muda untuk mewujudkan Palembang nian di era zaman yang sudah maju ini,” singkatnya.#yud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here