Warga Tuntut Kompensasi Dampak Lingkungan PT Long Daliq Primacoal

UNJUKRASA---Dalam aksinya warga menuntut kompensasi akibat perhatian perusahaan PT LDP. (FOTO: SS 1/GUSTRI).

Lahat, SumselSatu.com

Warga lingkungan 1 Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, menuntut kompensasi dari PT Long Daliq Primacoal (LDP). Warga menilai perhatian PTL terhadap warga sekitar kurang maksimal.

Proses negosiasi antara kedua belah pihak cukup alot. Akibatnya ratusan warga bertahan di pintu masuk stockpile Kantor LDP. Sementara anggota Polsek Merapi dan Koramil Merapi terus berjaga agar situasi tetap tenang.

Guna menjaga agar situasi tetap kodusif. Kabag Ops Polres Lahat Kompol Aan Sumardi didampingi Kasat Samapta Kompol Afriayanto berusaha memfasilitasi mediasi antara pihak perusahaan yang diwakili Humas PT LDP M Efran dengan warga lingkungan.

Namun lantaran belum ada titik temu serta dari hari telah gelap. Pihak kepolisian mengimbau warga bersama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, agar aksi damai sudah melewati izin.

“Kami persilahkan warga menggelar aksi damai. Tapi ada batasnya hingga pukul 18.00 WIB. Apalagi ada anak-anak dan ibu-ibu yang sebaiknya beraktivitas di rumah,” ujar Kompol Aan.

Warga beranggapan keberadaan stockpile atau tumpukan atau lokasi penyimpanan bahan curah menyalahi aturan dan analisa dampak lingkungan (Amdal) tidak jelas. Kemudian debu batubara yang disebabkan adanya stockpile PT LDP membuat warga rentan terkena penyakit.

Lalu adanya kompensasi yang diberikan sebelumnya namun tidak dibagikan ke warga lingkungan. Pihak kepolisian berharap agar warga membuat laporan dan disampaikan keperusahaan tanpa harus melakukan aksi damai yang dapat menggagu keamanan dan keanyaman.

“Kalau ada permasalahan hukum yang dilanggar. Silahkan lapor ke instansi terkait dilakukan mediasi maupun ke pihak yang berwenang. Kami siap memfasilitasi,” katanya.

Permasalahan warga lingkungan 1 Desa Gedung Agung dan PT LDP akhirnya mendapatkan kesepakatan, Sabtu (2/9/2023). Kompensasi debu diberikan langsung ke warga, tidak melalui aliansi. Lantaran warga merasa dari aliansi tidak memberikan kompensasi ke masyarakat. #tri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here