Batalkan Pertemuan Dengan DPRD, BEM Sumsel Kembali Unjukrasa

96
DEMO LAGI---Ratusan mahasiswa dari BEM Sumsel kembali menggelar aksi di halaman DPRD Sumsel, Rabu (21/3/2018). (FOTO: SS1/Yanti)

Palembang, SumselSatu.com

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel kembali menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Sumsel, Rabu (21/2/2018). Namun, mereka kembali tidak dapat bertemu dengan Pimpinan maupun Anggota DPRD Sumsel.

Sebelumnya, pada Kamis (15/3/2018) lalu, mereka telah menggelar aksi unjukrasa serupa. Mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelangkaan premium, dan impor beras.

Sekretaris Sekretariat DPRD Sumsel Ramadhan Basyeban saat menemui mahasiswa tadi siang mengatakan, pihaknya sudah membuat jadwal pertemuan antara mahasiswa dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel pada Senin (19/3/2018) lalu. Namun, karena mahasiswa membatalkan, maka pertemuan tidak jadi.

“Hari ini, kami pastikan tidak ada Anggota DPRD di kantor. Kalau mau ketemu, kita atur jadwal lagi. Apalagi sebelumnya kita dan perwakilan mahasiswa sudah sepakat akan dipertemukan dengan Pimpinan DPRD, ternyata tidak bisa hadir,” kata Ramadhan.

“Kalau harus ketemu, kami akan harus buat jadwal dulu. Sebab mereka (Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel-red) juga punya agenda dan kegiatan politik di tempat lain yang tidak bisa ditinggalkan,” tambah Ramadhan.

Meski sempat berdialog tentang jadwal pertemuan, namun tidak ada titik temu atau keputusan antara BEM Sumsel dengan Sekretariat DPRD Sumsel.

Dalam aksi unjukrasa tadi, mahasiswa melaksanakan Sholat Ashar berjemaah di halaman depan gedung utama DPRD Sumsel. Padahal, di dalam lingkungan gedung DPRD Sumsel terdapat bangunan masjid yang besar. Terlihat polisi berjaga-jaga di tangga depan pintu Ruang Sidang Paripurna DPRD Sumsel.

Koordinator Aliansi BEM se-Sumsel, Trisno, mengatakan, ada empat tuntutan yang ingin disampaikan ke DPRD Sumsel. Yakni, menolak kenaikan harga BBM yang menyengsarakan rakyat, penangkapan mahasiswa dalam UU MD3, dan stabilitas produksi dalam negeri oleh petani, serta stop kebijakan impor pangan.

“Tapi sampai pukul 16:00 WIB tidak ada yang menemui mahasiswa,” ujar Trisno.

Kata Trisno, karena Pimpinan dan Anggota DPRD Sumsel tidak bersedia menemui mereka, secara spontan puluhan peserta aksi melaksanakan Sholat Ashar berjemaah.

Gagal temui Anggota DPRD, para mahasiswa menggelar Shalat Ashar berjamaah. (FOTO: SS1/Yanti)

“Kami ingin mendoakan kebaikan bagi bangsa ini sekaligus anggota dewan ini terbuka hatinya untuk dapat menemui mahasiswa dan mendengarkan aspirasi kami,” kata Trisno.

Sebelumnya, aksi unjukrasa pada Kamis (15/3/2018) lalu dimulai pukul 13:30 hingga 17:00. Mahasiswa tidak mau membubarkan diri dan memaksa masuk gedung DPRD Sumsel karena tidak ada satupun Anggota DPRD Sumsel menemui mereka. Dorong-mendorong antara massa dengan polisi pun terjadi. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here