Waspada, Banyak Ditemukan Produk Pangan Berkemasan Rusak di Supermarket

206
RUSAK – Beberapa item produk pangan yang disita Balai BPOM Palembang, Selasa (21/8/2018), karena kemasannya telah rusak namun masih dipajang untuk dijual di sejumlah supermarket. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Masyarakat Palembang yang berbelanja di supermarket hendaknya benar-benar waspada. Pasalnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang menemukan banyak produk pangan tak layak konsumsi yang dijual di supermarket. Temuan itu didapat saat dilakukan sidak, Selasa (21/8/2018).

BPOM Palembang bersama Dinas Pertanian Palembang, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Palembang, Dinas Kesehatan Palembang, serta pihak Pemkot Palembang menggelar sidak ke beberapa supermarket yang ada di Jalan R Sukamto, yakni Diamond dan Lotte Mart. Sidak dilakukan menjelang Lebaran Idul Adha 1439 H demi menjaga hak konsumen untuk mendapat barang yang layak.

BERJAMUR – Kurma yang sudah tak layak konsumsi karena telah berjamur bahkan ada kutunya, terpaksa disita pihak Balai BPOM Palembang saat sidak, Selasa (21/8/2018). (FOTO: SS1/YANTI)

Kepala BPOM Kota Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan, saat sidak di Diamond ditemukan delapan item makanan dan minuman kemasan yang izin edarnya sudah habis, satu produk makanan yang kemasannya rusak, dan lima item pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

“Total produk yang kita amankan sebanyak 305 pieces, dengan nilai ekonomi sekitar Rp 10.410.000. Karena izin edarnya sudah habis maka produk makanan dan minuman ini akan ditarik terlebih dahulu,” ujar Dewi.

Delapan produk yang izin edarnya habis seperti Champ, Geliahao Manisan Cerry, Ori Coconat Water, Enao, Bumbu Rendang My Taste, dan lain-lain. Produk-produk ini untuk sementara ditarik dahulu.

“Hasil temuan ini akan kami laporkan ke pusat. Nanti pusat yang akan menindaklanjuti dan mengecek apakah produk-produk tersebut dalam tahap perpanjangan atau tidak. Kalau tidak diperpanjang otomatis semua yang sudah beredar harus ditarik,” jelas Dewi.

Terhadap temuan ini, Asisten Manager Store Diamond, Sukirno, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya kurang pengecekan dan meminta maaf atas keteledoran ini.

“Tidak disengaja dan kami tidak tau kalau izin edarnya belum diperpanjang. Nanti kita akan ke suplyer atau distributor untuk ditindaklanjuti. Mau diperpanjang atau tidak izinya, kalau tidak diperpanjang maka akan kami tolak,” tandas Sukirno.

SIDAK – Petugas Balai BPOM Palembang serta jajaran Pemkot Palembang ketika melakukan sidak, Selasa (21/8/2018), ke sejumlah supermarket. (FOTO: SS1/YANTI)

Setelah sidak di Diamond, Balai BPOM Palembang melanjutkan ke Lotte Mart. Dari hasil sidak di Lotte Mart, tim gabungan menemukan pangan yang rusak dan tidak layak konsumsi berupa kurma sebanyak 50 karton dan beberapa bungkus kurma curah.

“Untuk kurma 50 karton itu sudah ada jamur bahkan ada kutunya. Kurma curahnya juga kemasannya sudah rusak, itu tidak layak dikonsumsi. Kurma ini kami amankan,” tukas Dewi.

Dewi membeberkan, di Lotte Mart juga ditemukan minuman dan makanan kaleng yang tidak layak konsumsi karena kemasannya sudah penyok dan rusak.

“Ada minuman kaleng, susu kaleng, dan makanan yang kemasannya penyok. Itu tidak layak konsumsi karena bakteri berkembang lebih cepat karena kemasannya sudah penyok. Nilai ekonomi produk yang kita amankan di Lotte Mart Rp 18.935.850,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, pangan yang rusak kemasannya, walaupun belum kedaluarsa, tetap tidak boleh dijual karena tidak terjamin lagi higienisnya.

“Masyarakat jangan tergiur beli dua gratis satu. Selain itu, jangan tergiur dengan harga murah. Jadi masyarakat harus cerdas dengan mengecek kemasan, label, izin edar, dan kedaluarsanya,” imbau Dewi.

Menanggapi temuan ini, Manager Grosir Lotte Mart, Denny Zulkifli Sinaga, mengatakan,  kurma yang diamankan Balai BPOM ini sebenarnya berada di gudang hendak dikembalikan ke Jakarta.

“Untuk produk pangan yang penyok itu ada di satu kardus saj dari ratusan kardus. Hanya beberapa produk yang didisplay yang penyok. Itu tidak disengaja,” ucapnya.

Sementara Asisten III Pemkot Palembang Agus Kelana menuturkan, Pemkot Palembang mendukung kegiatan sidak, karena pemerintah harus melindungi masyarakat. “Hari ini berkaitan dengan pengawasan di Diamond dan Lotte Mart, tadi ditemukan izin edar sudah habis.   Kita bersama  BPOM mengawal kegiatan menjelang hari besar keagamaan, apalagi  besok akan Idul Adha. Terus dilakukan pengawasan, kita imbau supermarket untuk lebih hati-hati dalam menjual produknya,” tegas Agus. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here