91 Anggota KPPS Meninggal, Jokowi: Beliau Pejuang Demokrasi

44
PANTAU QUICK COUNT ---- Pasangan capres – cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin saat datang ke Djakarta Theater untuk ikut memantau quick count, Rabu (17/4/2019). (FOTO: CNNINDONESIA)

Jakarta, SumselSatu.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya sejumlah petugas KPPS dan aparat lainnya dalam Pemilu 2019. Jokowi menyebut para petugas itu sebagai pejuang demokrasi.

“Saya kemarin sudah menyampaikan, jadi ucapan berdukacita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, juga beberapa yang di luar KPPS. Saya kira beliau ini adalah pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya. Sekali lagi, atas nama negara dan masyarakat, saya mengucapkan duka yang sangat mendalam,” kata Jokowi di Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Jokowi secara khusus dan atas nama negara mengucapkan keprihatinan dan duka cita tersebut. “Sekali lagi atas nama negara dan masyarakat saya mengucapkan duka yang sangat mendalam,” ucap dia.

Jokowi bersyukur pemilu berjalan lancar. Jokowi berharap situasi tetap kondusif setelah penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu.

“Saya sampaikan kita mensyukuri dan pilpres sudah berjalan dengan lancar sehingga semuanya saya sampaikan kita kembali ke aktivitas kehidupan sehari-hari. Adem semuanya,” ujar dia.

Diketahui, 91 orang meninggal dunia dan 374 orang sakit. Mereka tersebar di 19 provinsi. KPU akan bertemu dengan Kemenkeu membahas soal santunan untuk korban.

Soal rencana pertemuan dengan Prabowo Subianto, Jokowi mengatakan belum ada pertemuan. Menurutnya, pertemuan itu perlu untuk kepentingan bangsa. Namun Jokowi tak mau menjelaskan soal hal yang akan dibahas saat bertemu dengan rival politiknya di Pilpres 2019 itu.

“Belum, belum. Ketemu saja belum. Saya memutuskan dalam rangka itu. Belum. Ya tujuannya untuk kebaikan bangsa ini,” katanya.

“Ada tapi ya nggak perlu saya sampaikan,” imbuh Jokowi. (adm3/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here