KPM PKH Harus Bisa Manfaatkan Asian Games

63
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Harry Hikmat. (FOTO: SS1/Mardiansyah)

Palembang, SumselSatu.com

Momentum pesta olahraga Asian Games 2018 di Palembang harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Sumatera Selatan. Untuk itu, para pendamping program ini hendaknya kreatif melihat peluang.

“Misalnya dengan menjual berbagai produk makanan, minuman, suvenir khas Palembang, atau oleh-oleh.  Manfaatkan Asian Games untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Pendamping PKH bisa berkreativitas kira-kira apa yang ingin dilakukan menyongsong Asian Games. Libatkan KPM PKH,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat saat menyampaikan arahan di hadapan 415 Pendamping PKH di Sumatera Selatan dalam rangka Bimbingan Pemantapan Pendamping PKH di Palembang, beberapa waktu lalu.

Dirjen mengatakan, KPM PKH yang sudah merintis usaha bisa mencoba membuka lapak di tempat strategis. Sementara pendamping PKH dapat memberikan arahan dan bimbingan agar penerima manfaat bisa lebih kreatif dalam meningkatkan produktivitas keluarga. Salah satunya dengan membuka usaha, baik perorangan maupun kelompok.

Menurut Harry, jika penerima PKH membutuhkan tambahan modal, bisa mendapatkan lewat kredit usaha rakyat (KUR) yang sudah diprogramkan oleh pemerintah untuk tambahan modal membuka usaha agar lebih berkembang lagi.

“Dinsos bisa memfasilitasi dengan mengundang himpunan bank milik Negara (Himbara) untuk menjelaskan permodalan yang bisa diperoleh, apakah melalui program kemitraan, program bina lingkungan, dana hibah, dana CSR, maupun kredit usaha mikro,” katanya.

Bantuan sosial (bansos) PKH telah disalurkan secara non tunai sejak tahun 2016. Bank-bank milik pemerintah seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN menjadi bank penyalur bansos yang dicairkan empat kali dalam setahun. Hal ini, mendorong KPM PKH mengenal dunia perbankan.

“Dengan mengenal perbankan, berikutnya mereka akan mengenal beragam produk-produk layanan perbankan misalnya kredit usaha rakyat, kredit usaha mikro, kecil, menengah, dan beragam layanan perbankan lainnya yang membantu mereka dalam mengembangkan usaha,” papar Harry.

Hingga pada akhirnya, PKH terbukti bisa meningkatkan inklusi keuangan pada kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah. Di sinilah, lanjut Harry, pendamping PKH harus mengawal prosesnya agar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk penerima manfaat. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here