RPH OKU Terbengkalai

87
H Dedi Suratman selaku petugas penjaga RPH dari Dinas Peternakan. (FOTO : SS1/Widori)

Baturaja, SumselSatu.com 

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang dibangun Pemkab OKU sejak tahun 2010 lalu masih terbengkalai.  Bahkan diketahui belum pernah dimanfaatkan sebagai mana mestinya

“Dari awal nunggu sampe sekarang, belum ada satu sapi dipotong di sini, padahal peralatan sudah lumayan,” kata H Dedi Suratman selaku petugas penjaga RPH dari Dinas Peternakan.

Menurut Dedi, faktor jarak kemungkinan menjadi penyebab para pedagang sapi enggan memotong sapi di RPH, “Padahal di sini kulkas ada, petugas pemotong ada. Cuma itu tadi kendalanya, tempatnya jauh dari pemukiman, masuk dari cor beton ke lokasi (sekitar) 3 km. Belum lagi jalan yang rusak dan sepi, itu kemungkinan para pedagang enggan motong sapinya ke kita,” kata Dedi.

Dikatakan Dedi, untuk RPH sendiri dapat memotong sapi 5 ekor, karena frizer yang disediakan hanya cukup untuk 5 ekor sapi. Dedi juga mengatakan, perlengkapan di dalam RPH juga kurang memadai, belum lagi seluruh instalasi listrik dicuri.

“Habis semua listrik di atas, dicuri orang. Di sini rawan Mas, ditinggal sedikit pasti ada yang hilang,” jelasnya.

Sementara itu Sofian salah satu pedagang daging sapi di Pasar inpres Baturaja mengatakan jika dirinya enggan memotong sapi dagangannya ke RPH karena faktor jauh dan bahkan dirinya juga tidak mengetahui jika ada RPH di OKU.

“Nah dak tau Kito kalo ado tempat pemotongan hewan di sini. Lagian jugo cuma motong sikok Pak, pacak di belakang rumah, jauh igo nak ke RPH,”pungkasnya. #ori 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here