Umat Islam Sepatutnya ‘Membumikan’ Alquran Dalam Kehidupan

75
BERBICARA-----Pembina BWA Jakarta H M Marsi saat berbicara dalam kegiatan Dauroh Qur'an bertema ‘Bersama Membumikan Alquran’ yang dilaksanakan BWA Sumsel, di Cafe Kapal Selam di Jalan Angkatan 45, Palembang, Rabu (21/4/2021). (FOTO: SS1/ANTON R FADLI)

Palembang, SumselSatu.com

Alquran sebagai kitab suci bagi umat Islam belum sepenuhnya diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan umat Muslim di Indonesia. Padahal, Alquran adalah petunjuk atau guiden menjalani kehidupan. Telah sapatutnya umat Islam ‘membumikan’ Alquran.

Demikian benang merah dari kegiatan Dauroh Qur’an bertema ‘Bersama Membumikan Alquran’ yang dilaksanakan Badan Wakaf Alquran (BWA) Sumatera Selatan (Sumsel), di Cafe Kapal Selam di Jalan Angkatan 45, Palembang, Rabu (21/4/2021).

Pembina BWA Jakarta H M Marsi yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu menyampaikan, di dalam Alquran dinyatakan bahwa Alquran adalah petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

“Bertakwa adalah menjaga dan melindungi diri,” ujar Marsi.

Marsi mengatakan, Alquran bukan saja untuk dibaca. Tetapi, harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan. Esensi atau hakikat mempelajari Alquran adalah tentang keyakinan terhadap isi Alquran itu.

“Esensinya keyakinan, bukan hanya ibadah membaca Alquran,” katanya.

Dia mencontohkan, dalam menjalankan suatu pekerjaan di kantor atau tempat bekerja ada standar operasional prosedur (SOP), atau pentunjuk pelaksana (Juklak). Alquran adalah petunjuk bagi Muslim dalam menjalani kehidupan.

Marsi menyampaikan, jika di dunia ada pengacara yang membela orang, maka di akhirat, Alquran akan menjadi pembela bagi orang yang mengamalkannya.

Di awal, Marsi mengatakan, ada beberapa alasan kenapa orang tidak dapat membaca Alquran. Seperti tidak ada Alquran, tidak ada guru mengaji, dan tidak ada keinginan untuk mengetahui dan belajar tentang Alquran. Padahal, dapat dipastikan setiap Muslim mempercayai Alquran.

Dia menyampaikan, bahwa Muslim wajib mengaji atau membaca Alquran. Karena itu, kata Marsi, Alquran harus diyakini. Muslim harus berinteraksi dengan Alquran secara intens. Lalu, mengamalkan dan komitmen terhadap Alquran. Dia menyampaikan, Alquran adalah pembeda yang baik dan buruk, atau yang hak dan yang bathil. Alquran akan mengantarkan ke jalan mulia dan petunjuk yang universal.

Ketua BWA Sumsel Mahmud Jamhur mengatakan, kegiatan yang dilakukan dalam rangka merajut ukhuwah dan pendalaman amaliyah terhadap Alquran.

“Kegiatan ini adalah bincang-bincang bagaimana membumikan Alquran, sekaligus berbuka puasa bersama,” ujar Jamhur.

Hadir pada kegiatan itu sejumlah tokoh masyarakat, ulama, pengacara, akademisi, dan pemuda. #arf

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here