​Dua Pasien di RSUD Kayu Agung Meninggal Dunia

50
Direktur RSUD Kayu Agung dr Fikram

Kayu Agung, SumselSatu.com

Sejak tiga bulan terakhir yakni awal Agustus hingga akhir Oktober 2017, setidaknya dua pasien Diare dan Gastroenteritis (GE) dari ratusan penderita lainnya yang menjalani rawat inap di RSUD Kayu Agung, meninggal dunia. 

Meninggalnya dua pasien berjenis kelamin laki-laki dan perempuan pada Agustus 2017 lalu ini, dikarenakan pasien lamban dibawa ke Rumah Sakit, sehingga penderita shock dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pun diimbau untuk waspada dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Jadi masyarakat perlu mewaspadai hal ini. Untuk itu, sebelum mengidap penyakit Diare dan Gastroenteritis ini, biasakan berperilaku hidup bersih dan sehat, sehingga terhidar dari virus penyebab penyakit ini,” tandas Direktur RSUD Kayu Agung dr Fikram, Kamis (26/10/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun Bagian Rekam Medik RSUD Kayuagung, pada Agustus 2017 ada sebanyak 116 pasien Diare dan Gastroenteritis yang menjalani rawat inap dan 2 pasien di antaranya meninggal dunia. Sementara pada September 2017, penderita penyakit ini meningkat menjadi 137 pasien yang dirawat inap.

“Kalau untuk yang rawat jalan, bulan Agustus ada 58 pasien dan September ada 45 pasien. Jika sedikit saja telat untuk dibawa ke tempat pelayanan medis seperti puskesmas dan rumah sakit, maka dampaknya akan sangat berbahaya bagi si penderita,” jelas Fikram.

Menurut Fikram, Diare dan Gastroenteritis adalah infeksi pada usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus dan bakteri. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah flu perut atau flu lambung. 

“Gastroenteritis bisa menyebabkan mual, muntah, diare, kram perut, atau terkadang demam pada penderitanya,” bebernya.

Selain itu, lanjut Fikram, Gastroenteritis bisa menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang yang sudah terinfeksi atau melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus. 

“Infeksi ini mudah sekali menyebar di fasilitas umum yang tertutup, seperti di dalam ruang kelas, tempat perawatan anak, atau ruang perawatan umum,” tukasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, HM Lubis SKM MKES mengatakan, gejala gastroenteritis akan muncul antara 1-3 hari setelah terinfeksi. Tingkat keparahan gejala beragam, mulai dari ringan hingga parah. Gejala umumnya akan berlangsung selama 1-2 hari, tapi bisa juga hingga 10 hari.

“Gejala-gejala yang biasanya muncul di antaranya Sakit dan kram perut, diare berair, namun tidak bercampur darah, mual dan muntah. Sementara gejala yang cukup parah apabila lambat diberi perawatan dokter yakni muntah darah, muntah setelah minum, muntah-muntah yang berlangsung selama lebih dari 48 jam, demam di atas 40 derajat Celcius dan buang air besar disertai darah,” jelasnya.

Ditambahkannya, guna menghindari agar tidak mengidap diare dan Gastroenteritis yakni dengan tidak mengonsumsi makanan mentah, baik sayuran maupun buah-buahan yang sudah dikupas atau disentuh oleh tangan orang lain.

“Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang. Belilah air minum dalam kemasan untuk menghindari mengonsumsi air yang terkontaminasi. Termasuk saat menggosok gigi, disarankan untuk tetap menggunakan air kemasan,” ucapnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here