
Palembang, SumselSatu.com
Bagi warga Palembang, kawasan Kambang Iwak (KI) bukan sekadar tempat untuk memeras keringat di pagi hari. Kawasan hijau ini telah bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif, di mana aroma kuliner menggoda seringkali menjadi “hadiah” setelah lelah berolahraga. Di antara deretan penjual, ada satu nama yang kian mencuri perhatian, Wonton Kito.
Berlokasi strategis di Jalan Hangtuah, tepat di samping Gereja Siloam, Wonton Kito telah menjadi titik kumpul baru bagi para pelari pagi maupun keluarga yang sekadar ingin bersantai.
Didirikan pada tahun 2022 oleh Siti Vira Barqania, Wonton Kito menawarkan jawaban bagi mereka yang mencari hidangan hangat namun ringan setelah beraktivitas fisik. Menu utamanya adalah wonton atau pangsit dengan dua pilihan cara penyajian, digoreng yang renyah atau kuah yang gurih dan menyegarkan.
Kelembutan kulit pangsit dipadukan dengan isian yang melimpah menjadi alasan mengapa gerai ini jarang terlihat sepi. Selain rasa, faktor higienitas dan penggunaan bahan segar menjadi nilai jual utama yang membuat pelanggan merasa aman dan nyaman menyantapnya sebagai menu sarapan maupun camilan.
”Wonton Kito hadir sejak tahun 2022 berawal dari niat sederhana untuk menyajikan camilan yang enak namun tetap sehat,” ujar Siti.

Siti menambahkan, menu sarapan maupun camilan menggunakan bahan yang segar dan proses pembuatan yang higienis menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan semakin percaya.
Tidak hanya mengandalkan rasa, Wonton Kito juga memberikan pelayanan yang ramah dan cepat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan tetap. Selain itu, harga yang ditawarkan cukup terjangkau sehingga cocok untuk berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa.
“Harga terjangkau, Mie Jebew dijual Rp12.000, Wonton Kuah, Wonton Chili Oil dan Wonton Sambal Jeruk dijual Rp15.000,” katanya.
Meski terlihat sederhana, Wonton Kito adalah bukti nyata bagaimana UMKM lokal mampu menjadi mesin penggerak ekonomi. Usaha ini membuka lapangan pekerjaan serta mendorong semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat. Dengan inovasi menu dan strategi pemasaran yang terus berkembang, Wonton Kito memiliki potensi besar untuk semakin dikenal luas.
“Untuk omzet lumayan, bisa mencapai Rp55.000.000 per bulan,” katanya.
Siti mengatakan, Wonton Kito akan terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya, serta memperluas jangkauan pemasaran, baik secara offline maupun online. Dengan begitu, Wonton Kito tidak hanya menjadi kuliner favorit di Kambang Iwak, tetapi juga menjadi salah satu ikon kuliner UMKM di Palembang.
”Kami ingin membuktikan bahwa kuliner lokal seperti wonton memiliki daya tarik yang kuat jika dikelola dengan serius. Terima kasih kepada masyarakat Palembang yang sudah menjadikan Wonton Kito bagian dari rutinitas mereka di kawasan Kambang Iwak,” tutup Siti.
So, bagi Anda yang berencana lari pagi di Kambang Iwak akhir pekan ini, pastikan untuk mampir dan merasakan sendiri mengapa pangsit ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. (Penulis: Siti Amirah Syakira, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).
Profil Usaha:
Nama usaha: Wonton Kito
Nama pemilik: Siti Vira Barqania
Tahun berdiri: 2022
Lokasi : Jalan Hangtuah Samping Gejera Siloam Kambang Iwak
Bidang Usaha: Kuliner (food & beverage).
Omzet: Rp55.000.000 per bulan









