Jakarta, SumselSatu.com
Kuliner Nusantara kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Situs ensiklopedia kuliner global TasteAtlas memperbarui daftar peringkat bubur terbaik di dunia pada Sabtu (15/8/2026), dan bubur ayam asal Indonesia kembali menduduki posisi puncak, mengalahkan berbagai kuliner bubur dari negara lain, termasuk polenta khas Italia.
Dalam pembaruan terbaru tersebut, elarji, bubur khas Georgia, berada di peringkat kedua, disusul arroz caldo dari Filipina di posisi ketiga, dan banosh asal Ukraina di peringkat keempat. Sementara itu, polenta taragna dari Italia hanya mampu bertengger di posisi ke-11, dan polenta concia di peringkat ke-14.
Bubur ayam khas Indonesia dikenal sebagai bubur nasi kental yang disajikan dengan taburan suwiran ayam dan berbagai bumbu gurih. Proses pembuatannya diawali dengan merebus ayam hingga kaldunya keluar, kemudian kaldu tersebut digunakan untuk memasak nasi hingga bertekstur kental dan lembut.
Hidangan ini biasanya dilengkapi irisan daun bawang, bawang merah goreng renyah, daun ketumbar cincang, kacang tanah tumbuk, gorengan seperti cakwe, serta irisan telur rebus, dan disiram kecap, minyak wijen, atau kecap ikan sebelum disajikan.
Pencapaian ini bukan yang pertama. Sejak Agustus 2025, bubur ayam sudah lebih dulu dinobatkan sebagai porridge terbaik dunia versi TasteAtlas dengan rating 4,4, mengungguli arroz caldo Filipina dan elarji Georgia yang saat itu masing-masing meraih rating 4,3.
Penilaian tersebut didasarkan pada ribuan ulasan pengguna yang telah disaring dari bot maupun penilaian lokal yang berat sebelah, sehingga mencerminkan pengakuan yang autentik dari komunitas kuliner internasional.
Selain bubur ayam, sejumlah kuliner bubur khas Indonesia lain turut masuk dalam daftar tersebut, seperti bubur ketan hitam dan bubur kacang hijau, yang berhasil menembus jajaran 50 besar bubur terbaik dunia versi TasteAtlas.
Konsistensi bubur ayam mempertahankan posisi puncaknya selama lebih dari setahun menegaskan bahwa kuliner sederhana yang menjadi menu sarapan sejuta umat di Indonesia ini punya daya saing kuat di kancah global, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi promosi wisata kuliner Tanah Air. #fly










