
Palembang, SumselSatu.com
Pemerintah Kota (Pemko) Palembang mempercepat langkah antisipasi genangan dan banjir menjelang puncak musim hujan yang diprediksi jatuh pada Oktober mendatang.
Walikota Palembang Ratu Dewa memimpin langsung rapat koordinasi kesiapan tersebut sekaligus melakukan pemeriksaan mendadak terhadap kesiapan infrastruktur dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat itu, Ratu Dewa menyoroti pemetaan ulang titik-titik rawan genangan di Kota Palembang. Saat ini tercatat 12 titik genangan prioritas berada di jalan protokol, ditambah 28 titik lain yang turut menjadi perhatian pemerintah kota.
Sejumlah ruas protokol yang masuk daftar pantauan antara lain Jalan Angkatan 45, kawasan depan Damri, Jalan A Rivai, kawasan depan Khadijah, depan DA, Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara, hingga kawasan Dharma Agung.
Rapat turut membahas sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kondisi jalan nasional yang amblas, cross drain yang terputus, hingga penyempitan saluran drainase di beberapa titik.
Sebagai langkah jangka pendek, Pemko Palembang akan menyiagakan pompa portabel di titik-titik krusial serta berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional. Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, pemetaan menyeluruh disebut akan terus berjalan.
Yang menarik, di tengah jalannya rapat, Ratu Dewa melayangkan teguran tegas lantaran sejumlah OPD hanya mengirimkan perwakilan staf, bukan pimpinan yang menguasai data teknis wilayah.
“Rapat ini membahas keselamatan warga, bukan rapat basa-basi. Saya minta pimpinan OPD hadir langsung, bukan diwakilkan ke staf yang tidak punya kewenangan mengambil keputusan,” tegas Ratu Dewa.
Ia menambahkan, kehadiran pimpinan yang berkompeten menjadi syarat mutlak agar penanganan genangan dan banjir tidak berjalan setengah hati.
“Kalau soal keselamatan warga saja tidak dianggap prioritas, bagaimana kita bisa yakin penanganan di lapangan akan maksimal,” ujar Dewa.
Ratu Dewa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya penanganan sampah dan saluran di 114 anak sungai yang membutuhkan gotong royong bersama antara petugas, camat, lurah, dan warga.
Teguran tersebut, kata dia, merupakan bentuk komitmen Pemko Palembang agar penanganan fasilitas publik dan keselamatan warga dari ancaman banjir ditangani secara serius dan penuh tanggung jawab oleh seluruh jajaran. #ari









