
Palembang, SumselSatu.com
Di bawah terik matahari Palembang yang menyengat, Rabu (22/4/2026), sebuah gerai sederhana di kawasan Universitas Tridinanti Palembang, mendadak jadi oase bagi para mahasiswa yang baru saja keluar dari ruang kelas. Bukan sekadar tempat melepas dahaga, Alpukat Kocok Deon hadir membawa cerita tentang konsistensi, senyuman, dan segelas kesegaran yang mengerti isi dompet pelajar.
Alpukat Kocok Deon dikelola oleh Tiara. Langkah Tiara, sang pemilik, untuk membuka cabang di area kampus pada awal 2026 bukanlah sekadar hitung-hitungan bisnis semata. Berawal dari hobinya mencari minuman segar saat cuaca panas, melihat celah di mana mahasiswa seringkali membutuhkan penyemangat di sela-sela padatnya jadwal kuliah.
Tiara bukan orang baru. Sejak 2022, ia telah jatuh bangun membangun nama Es Alpukat Deon di Jalan Angkatan 66 (SMA Negeri 4 Palembang). Kini, di Kampus Tridinanti, ia kerap terlihat turun langsung, menyapa setiap pembeli dengan ramah, sebuah sentuhan personal yang membuat pelanggannya merasa bukan sekadar pembeli, melainkan teman.
Langkah membuka cabang di kawasan kampus merupakan keputusan bisnis yang didasari pada analisis peluang mood booster (suasana hati jadi naik) bagi mahasiswa di tengah cuaca terik Palembang.
“Sejak tahun 2022 sampai sekarang masih beroperasi di Jalan Angkatan 66, tepatnya di dekat SMA Negeri 4 Palembang. Memasuki tahun 2026, saya memutuskan untuk menambah lokasinya ke area Kampus Tridinanti guna menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Tiara ditemui saat tengah berjualan.
Bagi mereka yang sering melipir (pergi) ke daerah SMA Negeri 4 Palembang, nama Es Alpukat Deon Tiara tentu sudah punya tempat tersendiri. Kini, ekspansi ke area Kampus Tridinanti membuktikan bahwa minuman buah asli tetap punya kasta tertinggi.
“Keputusan membuka cabang berawal dari kombinasi hobi pribadi mencari kesegaran saat cuaca Palembang terik dan melihat peluang mood booster murah meriah bagi mahasiswa,” katanya.

Vibes Baru, Rasa Tetap Pusat
Ekspansi ke area kampus ini merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pelanggan. Tiara menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat guna memastikan konsistensi rasa antar cabang.
Tiara memastikan bahwa resep yang dibawa ke Kampus Tridinanti sama persis dengan yang ada di pusatnya. Dalam kesehariannya, Tiara sering terlihat turun langsung melayani pelanggan dengan senyum ramah. Baginya, kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama.
”Resep yang kami bawa ke Tridinanti identik dengan pusat. Dalam bisnis kuliner, kepercayaan konsumen dibangun melalui repetisi rasa yang stabil,” jelas Tiara.
Selain aspek produk, ia menekankan pada service excellence (memuaskan pelanggan) dan kebersihan gerai sebagai nilai tambah (added value) untuk meningkatkan customer loyalty (kepuasan pelanggan) di lingkungan kampus yang kompetitif.
“Mungkin karena harga yang ramah di kantong mahasiswa dan pelayanan yang asyik. Saya sering ajak ngobrol pelanggan, jadi berasa kayak teman sendiri. Plus, kebersihan tempat juga saya jaga banget biar mereka nyaman,” ujar Tiara berbagi rahasia pelanggan setianya.
Konsistensi Rasa di Tengah Harga Buah yang Plin-plan
Sebagai pelaku usaha kuliner berbasis buah, tantangan utama yang dihadapi adalah fluktuasi harga alpukat di pasar. Namun, Alpukat Kocok Deon menerapkan strategi margin yang kompetitif demi menjaga loyalitas konsumen.
”Lebih baik untung sedikit daripada mengurangi kualitas buah. Di segmen mahasiswa, kepercayaan pelanggan terhadap rasa adalah aset jangka panjang yang paling berharga,” ungkap Tiara.
Menu andalan yang paling banyak diburu adalah Alpukat Kocok Deon. Dengan tekstur buah yang kental dan tidak pelit topping, menu ini dihargai Rp13.000.
“Kalau alpukat ini harganya memang sering naik turun tidak tentu di pasar. Kadang stok buah yang bagus juga sulit didapat,” ungkap Mba Tiara sambil melayani pesanan pelanggan.
Kelarisan gerai ini tidak main-main. Dengan rata-rata penjualan mencapai 30 cup per hari. Angka ini kerap melonjak drastis saat cuaca panas atau adanya agenda besar di kampus.
Keberhasilan Es Alpukat Deon memadukan sistem pembayaran tunai dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), semakin mempermudah aksesibilitas bagi mahasiswa yang menuntut kecepatan dan kepraktisan.
“Kalau cuaca sedang panas nian (sekali), jumlah porsi yang terjual bisa jauh melampaui angka tersebut. Kalau paling cepat habis biasanya Es Alpukat Kocok karena stok alpukat kita terbatas per hari biar selalu segar. Tapi kalau secara volume penjualan terbanyak, tetap es teh dan es jeruk. Namanya juga mahasiswa, apalagi pas tanggal tua, es teh manis tetap jadi juara bertahan!” ujar Tiara sambil tertawa.
Kehadiran Alpukat Kocok Deon menjadi potret nyata bagaimana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar spesifik di lingkungan pendidikan. Dengan memadukan kualitas produk premium dan strategi harga yang inklusif, usaha ini tidak hanya bertahan dari tantangan bahan baku, tetapi juga berhasil tumbuh menjadi bagian integral dari ekosistem keseharian warga kampus Universitas Tridinanti. (Penulis: Dwi Zaitina, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).
PROFIL DATA USAHA:
Nama Usaha: Es Alpukat Deon
Nama Pemilik: Tiara
Tahun Berdiri: 2022 (Pusat di Jalan Angkatan 66, dekat SMA Negeri 4 Palembang).
Cabang Tridinanti: Beroperasi sejak awal 2026.
Menu & Harga:
-Alpukat Kocok : Rp13.000 (Porsi mengenyangkan & sehat).
-Es Jeruk Peras: Rp5.000.
-Es Teh Manis: Rp5.000 (Menu terlaris secara volume).
Performa Penjualan: 30 cup per hari (bisa lebih jika cuaca panas/acara kampus).
Metode Pembayaran: Tunai & QRIS
Ciri Khas: Pelayanan akrab, tempat bersih, dan adaptif terhadap selera mahasiswa.










